Sab, 18/07/26 · 03.56.35
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Utara

Longsor Putus Akses 1.507 Warga Krayan Selatan, Pemkab Nunukan Tetapkan Status Tanggap Darurat

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Jumat, 17 Juli 2026 · 20:142 menit baca
Longsor Putus Akses 1.507 Warga Krayan Selatan, Pemkab Nunukan Tetapkan Status Tanggap Darurat
Tanah longsor memutus akses 1.507 warga di Krayan Selatan, Nunukan. Pemkab tetapkan status tanggap darurat menyusul krisis listrik dan pasokan logistik pangan. (Dok. BPBD Kabupaten Nunukan)

Bencana tanah longsor melanda kawasan perbatasan di Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Peristiwa yang dipicu oleh tingginya intensitas hujan pada struktur tanah labil tersebut meluas dan memutus total jalur darat utama, hingga menyebabkan 460 kepala keluarga atau 1.507 jiwa di 13 desa terisolasi.

Ketiga belas wilayah terdampak isolasi tersebut meliputi Desa Long Pa’sia, Liang Lunuk, Long Budung, Pa’ Dalan, Pa’ Urang, Pa’tera, Pa’ Sing, Long Pupung, Pa’ Upan, Long Birar, Pa’ Kaber, Pa’ Amai, dan Pa’ Ibang.

Merespons perluasan dampak kelangkaan pasokan kebutuhan dasar, Bupati Nunukan menerbitkan Keputusan Bupati Nomor 478 Tahun 2026 yang menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Alam Tanah Longsor di Kecamatan Krayan Selatan. Masa tanggap darurat ini berlaku selama 14 hari, terhitung sejak 15 hingga 28 Juli 2026.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyatakan telah memerintahkan Kedeputian Penanganan Darurat untuk langsung menerjunkan tim taktis ke lokasi bencana guna mendampingi kendali operasi pemulihan di tingkat daerah.

Pulihkan Pasca-Konflik Adonara Barat, BNPB Serahkan 52 Unit Hunian Tetap di Flores Timur
Baca Juga

Pulihkan Pasca-Konflik Adonara Barat, BNPB Serahkan 52 Unit Hunian Tetap di Flores Timur

“Kami terus memantau perkembangan hasil kaji cepat di lapangan dan dalam kesempatan pertama saya perintahkan tim untuk menuju ke sana,” tegas Suharyanto, Jumat, (17/7/2026).

Krisis Energi dan Hambatan Distribusi Logistik Perbatasan
Lumpuhnya konektivitas darat yang menghubungkan Kecamatan Krayan Barat dan Kecamatan Krayan Selatan turut menghancurkan jembatan penghubung utama antarkawasan. Dampak turunannya memicu kelumpuhan total pada armada truk pengangkut bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi maupun subsidi dari Desa Long Bawan menuju Desa Long Kayu.

Imbas dari mandeknya pasokan BBM berujung pada krisis energi domestik. Pembangkit listrik setempat yang biasanya menyuplai daya selama 12 jam per hari, kini merosot tajam dan hanya mampu beroperasi selama empat jam, yakni mulai pukul 18.00 hingga 22.00 waktu setempat.

Lahan 15 Hektare Padam, BNPB Pastikan Kebakaran TPA Jatiwaringin Tidak Ganggu Bandara Soetta
Baca Juga

Lahan 15 Hektare Padam, BNPB Pastikan Kebakaran TPA Jatiwaringin Tidak Ganggu Bandara Soetta

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan merinci bahwa kebutuhan darurat yang mendesak bagi ribuan warga terisolasi saat ini meliputi pasokan BBM operasional turbin listrik, pemenuhan obat-obatan, pasokan khusus susu balita, serta komoditas pangan pokok seperti beras. BNPB bersama lintas instansi regional kini mengupayakan pembukaan akses alternatif guna menembus isolasi wilayah perbatasan tersebut.

(Dayank Ana)