Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Lingkungan

Anak Badak Jawa Lahir di Ujung Kulon, Terekam Camera Trap

Syahrul Nurhadi
Syahrul Nurhadi
Senin, 2 November 2026 · 20:072 menit baca
Anak Badak Jawa Lahir di Ujung Kulon, Terekam Camera Trap
Anak Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) terekam kamera jebak saat berkubang bersama induknya, Desy, di Taman Nasional Ujung Kulon, 10 Oktober 2026 pukul 21.35 WIB. Foto: Balai TNUK/Kementerian Kehutanan.

Seekor anak Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) terekam kamera jebak (camera trap) di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) pada 10 Oktober 2026.

Anak itu terlihat berkubang bersama induknya, Desy, menurut siaran pers Kementerian Kehutanan (Kemenhut).

Rekaman itu pertama kali mengidentifikasi sang anak pada pukul 21.35 WIB. Kepala Balai TNUK Ardi Andono mengatakan, dari rekaman terlihat anak badak dalam kondisi sangat sehat, aktif mengikuti induknya, dengan perkiraan usia sekitar 1–2 bulan.

Berdasarkan analisis tim monitoring Badak Jawa Balai TNUK, anak ini merupakan kelahiran ketiga dari Desy bersama pejantan yang diduga kuat bernama Musofa.

Otorita IKN dan Borneo Kind Tanam 1.000 Bibit Pohon di Lahan Bekas Karhutla Tahura Bukit Soeharto
Baca Juga

Otorita IKN dan Borneo Kind Tanam 1.000 Bibit Pohon di Lahan Bekas Karhutla Tahura Bukit Soeharto

Desy tercatat sebagai salah satu induk produktif di Semenanjung Ujung Kulon. Anak yang baru terekam ini merupakan anak kelima Desy, setelah Arjuna (2013), Arum (2015), Hawa (2018), dan Syauki (2024).

Plt. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Mahfudz menyebut kelahiran ini sebagai harapan besar bagi kelestarian Badak Jawa.

“Alhamdulillah, ini adalah anugerah dan harapan besar bagi kelestarian Badak Jawa yang merupakan spesies paling langka di dunia dan hanya ada di Indonesia,” ujar Mahfudz.

Menurut Kemenhut, kelahiran ini menunjukkan habitat Ujung Kulon masih ideal dan perlindungan intensif berjalan efektif. Kementerian juga menyebut patroli intensif Unit Kegiatan Perlindungan (UKP) dan pengamanan habitat telah memberi rasa aman bagi satwa untuk berkembang biak secara alami. Penilaian itu merupakan pernyataan Kemenhut.

Sekat Bakar 3,2 Kilometer Dibangun di Barito Utara untuk Lindungi Habitat Orangutan dari Karhutla
Baca Juga

Sekat Bakar 3,2 Kilometer Dibangun di Barito Utara untuk Lindungi Habitat Orangutan dari Karhutla

Mahfudz mengatakan pemerintah berkomitmen memperkuat perlindungan, termasuk lewat upaya rasionalisasi habitat melalui Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA).

“Ini bukan hanya kebahagiaan TNUK, tapi kebahagiaan Indonesia dan dunia. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat perlindungan, termasuk upaya rasionalisasi habitat melalui Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA),” imbuhnya.

Ardi menyebut Desy dalam kondisi sangat baik dan berpengalaman mengasuh anak. Tim Balai akan terus memantau di sekitar lokasi untuk memastikan induk dan anak tetap aman tanpa terganggu.

“Induk Desy sendiri terpantau dalam kondisi sangat baik dan berpengalaman dalam mengasuh anak. Tim kami akan terus melakukan monitoring intensif di sekitar lokasi untuk memastikan induk dan anak tetap aman tanpa memberikan gangguan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh Tim UKP dan Mitra yang telah bekerja tanpa henti menjaga kawasan,” ujarnya.

Kemenhut mengimbau masyarakat ikut menjaga kelestarian Badak Jawa dengan tidak melakukan aktivitas ilegal di dalam kawasan dan mendukung upaya konservasi.

(Syahrul)