Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Lingkungan

Cegah Karhutla, Otorita Latih Petani IKN Terapkan Pengelolaan Lahan Tanpa Bakar

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Jumat, 4 September 2026 · 14:071 menit baca
Cegah Karhutla, Otorita Latih Petani IKN Terapkan Pengelolaan Lahan Tanpa Bakar

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mendorong petani di kawasan penyangga ibu kota baru beralih dari metode tebang-bakar ke sistem Pengelolaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) guna memitigasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Jumat, (4/9/2026).

Langkah edukasi teknis tersebut diterapkan melalui lokakarya pertanian ramah lingkungan yang melatih pengolahan tanah terkendali, pembuatan pupuk kompos, serta pemanfaatan mulsa organik untuk mempertahankan kesuburan biologis tanah dan menekan emisi karbon.

Komitmen penerapan metode pertanian berkelanjutan di kawasan ibu kota baru ditegaskan oleh Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Safitri.

Karhutla Landa Tiga Provinsi, BNPB Catat Titik Api di Sulawesi hingga Bangka Belitung
Baca Juga

Karhutla Landa Tiga Provinsi, BNPB Catat Titik Api di Sulawesi hingga Bangka Belitung

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Kita harus membuktikan PLTB bisa diterapkan di IKN,” tegas Myrna Safitri, Selasa, (1/9/2026).

Keyakinan terhadap perubahan pola olah tanah pertanian masyarakat ditekankan lebih lanjut dalam arahannya kepada peserta pelatihan.

“Saya menegaskan bahwa agenda ini bukan kegiatan seremonial. Agenda ini untuk membuka hati kita, membuka pikiran kita, dan meneguhkan keyakinan bahwa di IKN pengelolaan lahan tanpa bakar dapat kita laksanakan,” ujar Myrna.

Pemberian alternatif bertani secara aman tersebut melengkapi payung hukum Surat Edaran Kepala Otorita IKN yang melarang aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar, pembakaran sampah, hingga pembuangan puntung rokok tanpa dipadamkan secara sempurna.

Istana Garuda IKN Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat
Baca Juga

Istana Garuda IKN Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

Faktor pemicu kebakaran vegetasi di kawasan Nusantara diidentifikasi berasal dari kelalaian aktivitas manusia serta fenomena swabakar singkapan batu bara saat musim kemarau.

Berdasarkan data pemantauan harian Otorita IKN hingga 31 Agustus 2026, terdeteksi sebanyak 173 titik panas yang tersebar di 23 desa dan kelurahan, dengan verifikasi lapangan mengonfirmasi peristiwa kebakaran riil terjadi di 55 titik.

Upaya pendampingan budidaya pertanian bebas bakar terus diperluas lewat sinergi bersama akademisi dan komunitas lokal guna menjaga kelestarian visi kota hutan di wilayah Ibu Kota Nusantara.

(Tony)