Sab, 18/07/26 · 04.30.29
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Lingkungan

700.000+ Pohon untuk Kalimantan Barat: Kontribusi Pemulihan Ekosistem di Hari Bumi

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Rabu, 22 April 2026 · 20:382 menit baca
700.000+ Pohon untuk Kalimantan Barat: Kontribusi Pemulihan Ekosistem di Hari Bumi
Berdasarkan data camera trap ASRI periode 2020–2025, Orangutan menjadi salah satu dari 51 spesies satwa liar yang terpantau kembali menghuni area reboisasi di Kalimantan Barat. (Dok. ASRI to TNP)

Nusantarapost.news, Kalimantan Barat – Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) memperingati Hari Bumi Sedunia dengan mengumumkan capaian signifikan dalam pemulihan ekosistem di Kalimantan Barat.

Sejak tahun 2007, ASRI telah mengintegrasikan layanan kesehatan masyarakat dengan pelestarian hutan di Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Ketapang melalui pendekatan Planetary Health atau Kesehatan Planetari.

Salah satu pilar utama program ini adalah inovasi pembayaran biaya pengobatan menggunakan bibit pohon. Muhammad Rusda, Manager Konservasi ASRI, menekankan bahwa mekanisme ini merupakan bentuk investasi kesehatan masyarakat yang berkelanjutan.

Berdasarkan Laporan Tahunan ASRI 2025, tercatat lebih dari 700.000 bibit pohon telah ditanam di kawasan Taman Nasional Gunung Palung (TANAGUPA) dalam periode 2009 hingga 2025. Menariknya, sekitar 175.000 bibit atau seperempat dari total tersebut berasal langsung dari pasien yang berobat di Klinik ASRI.

Norsan-Krisantus Kompak Tanam Pohon dan Ajak Pemuda Jadi Motor Penggerak Lingkungan
Baca Juga

Norsan-Krisantus Kompak Tanam Pohon dan Ajak Pemuda Jadi Motor Penggerak Lingkungan

“Metode ini sangat meringankan beban biaya pengobatan kami,” ujar Ibu Kartika, seorang pasien dari Dusun Pangkalan Jihing yang rutin memanfaatkan program ini. 

Bibit yang ia serahkan tidak hanya bernilai ekonomis untuk biaya medis, tetapi juga berkontribusi langsung pada kelestarian hutan untuk generasi mendatang.

Operasional pengumpulan bibit ini melibatkan perjuangan fisik yang tidak mudah. Tim ASRI seringkali melakukan perjalanan Klinik Keliling dengan total waktu 7 jam pulang-pergi untuk mengangkut hingga 1.000 bibit pohon dari pasien.

Muhammad Rusda Yakin menjelaskan bahwa bibit yang terkumpul harus melalui prosedur perawatan ketat di unit persemaian selama 2–3 bulan sebelum siap ditanam. Standar tinggi bibit ditentukan berdasarkan tipe ekosistem:

Hari Bumi 2026, Koalisi Rimpang Borneo Serukan Save Our Borneo: Pulihkan Nadi Hijau Kita
Baca Juga

Hari Bumi 2026, Koalisi Rimpang Borneo Serukan Save Our Borneo: Pulihkan Nadi Hijau Kita

  • Hutan Kering: Bibit harus mencapai tinggi 40-60 cm untuk mampu bersaing dengan gulma.
  • Hutan Gambut/Rawa: Bibit harus setinggi 80-100 cm agar mampu bertahan terhadap genangan air.

Kolaborasi erat antara ASRI, Balai TANAGUPA, dan masyarakat lokal dalam menentukan lokasi serta melakukan monitoring pasca-tanam telah membuahkan hasil ekologis yang nyata.

Data camera trap periode 2020–2025 di Desa Laman Satong dan Desa Sedahan Jaya menunjukkan bahwa 51 spesies satwa liar telah kembali ke area reboisasi. Satwa-satwa tersebut meliputi:

  • Orangutan
  • Beruang Madu
  • Burung Enggang
  • Berbagai jenis primata dan mamalia kecil

“Keberadaan spesies-spesies tersebut merupakan indikator penting bagi pulihnya struktur dan fungsi ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah,” ungkap laporan tersebut.

Capaian ini menjadi bukti bahwa integrasi kesehatan masyarakat dan konservasi mampu memberikan dampak ekologis yang terukur bagi bumi.

(Dayank Ana)