Sab, 13/06/26 · 09.35.05
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

Badan Gizi Nasional Ubah Strategi, Fokus Manfaatkan Kantin Sekolah di Wilayah 3T

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Minggu, 7 Juni 2026 · 21:202 menit baca
Badan Gizi Nasional Ubah Strategi, Fokus Manfaatkan Kantin Sekolah di Wilayah 3T
Kepala BGN Nanik S. Deyang mengubah strategi Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memaksimalkan kantin sekolah dan dapur umum di wilayah 3T ketimbang bangun dapur baru. (Dok. Dimarsongko98/X)

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, menyiapkan perubahan strategi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Alih-alih terus menambah pembangunan dapur baru, BGN akan lebih memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia, termasuk kantin sekolah dan dapur umum, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Nanik mengatakan saat ini terdapat lebih dari 27.000 dapur MBG yang telah terdaftar dan berada dalam berbagai tahap operasional maupun persiapan. Karena itu, BGN akan lebih dulu melakukan penataan sebelum kembali membuka pendaftaran dapur baru.

“Jadi, sekarang ini kan banyak sekali yang mendaftar dan posisinya ada persiapan dan sebagainya. Saat ini sudah ada sekitar 27.000 lebih dapur yang sudah operasional. Kami akan beresin dulu ini,” kata Nanik di Gedung BGN.

Menurut Nanik, pembangunan dapur tidak akan dipaksakan di seluruh wilayah. Dalam satu kecamatan, jumlah dapur akan disesuaikan dengan kebutuhan penerima manfaat yang ada. Jika kapasitas yang tersedia sudah mencukupi, BGN tidak akan menambah dapur baru.

Kepala BGN Nanik S. Deyang Berpeluang Diperiksa Sebagai Saksi Atas Permintaan Sony Sonjaya Dalam Kasus Korupsi MBG
Baca Juga

Kepala BGN Nanik S. Deyang Berpeluang Diperiksa Sebagai Saksi Atas Permintaan Sony Sonjaya Dalam Kasus Korupsi MBG

Perluasan Fokus ke Daerah Terpencil

Nanik mengakui saat ini sebagian besar dapur MBG masih terkonsentrasi di kawasan aglomerasi atau perkotaan, sementara wilayah 3T belum terjangkau secara optimal. Merespons kondisi tersebut, Presiden Prabowo Subianto meminta agar perluasan program lebih difokuskan ke daerah-daerah terpencil tersebut.

 “Jujur, sekarang yang menumpuk ini di aglomerasi, yang 3T belum kesentuh. Jadi, Pak Presiden pesannya kami harus ke 3T dulu,” ujarnya.

Untuk mendukung efisiensi program tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), BGN membuka peluang pendanaan dari berbagai sumber alternatif. Sumber tersebut mulai dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) BUMN, hibah luar negeri, hingga dukungan yayasan dan perusahaan yang beroperasi di daerah terpencil.

Benarkah Anggaran Makan Bergizi Gratis Resmi Dihentikan? Ini Klarifikasi Badan Gizi Nasional
Baca Juga

Benarkah Anggaran Makan Bergizi Gratis Resmi Dihentikan? Ini Klarifikasi Badan Gizi Nasional

Pendekatan tersebut dinilai memungkinkan pemerintah memperluas cakupan layanan MBG tanpa harus selalu membangun dapur baru. Terlebih, banyak wilayah 3T memiliki jumlah penerima manfaat yang relatif sedikit sehingga pembangunan dapur baru dipandang tidak efisien.

“Jadi yang sudah ada existing, entah dapurnya siapa, mungkin ada dapur umum atau apa, intinya tidak harus membangun dapur baru,” kata Nanik.

Ia menambahkan bahwa kantin sekolah dan fasilitas dapur yang telah tersedia akan menjadi salah satu opsi utama untuk mendukung pelaksanaan MBG di daerah-daerah terpencil.

(Dayank Ana)