Jum, 05/06/26 · 12.27.11
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

Banjir dan Longsor Landa Sinjai, Gelombang Pasang Rusak Rumah di Seram Bagian Timur

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Jumat, 5 Juni 2026 · 17:412 menit baca
Banjir dan Longsor Landa Sinjai, Gelombang Pasang Rusak Rumah di Seram Bagian Timur
Bencana hidrometeorologi melanda Sinjai dan Seram Bagian Timur. Banjir, longsor, serta gelombang pasang merusak puluhan rumah dan memutus infrastruktur. (Dok. BPBD Sinjai)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan serangkaian bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Bencana berupa banjir, tanah longsor, hingga gelombang pasang tersebut memicu kerusakan rumah warga, lahan pertanian, serta memutus akses infrastruktur.

Di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, hujan intensitas sedang hingga lebat memicu banjir dan tanah longsor di beberapa titik. Sementara di Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, fenomena gelombang pasang dan abrasi merusak belasan rumah warga di pesisir pantai.

(Dok. BPBD Sinjai)

Dampak Banjir dan Longsor di Kabupaten Sinjai

Banjir dan longsor melanda wilayah Sinjai setelah diguyur hujan sejak Rabu (3/6/2026) hingga Kamis pagi (4/6/2026). BPBD Kabupaten Sinjai mencatat tiga kecamatan terdampak banjir, yakni Sinjai Timur, Sinjai Utara, dan Tellu Limpoe. Sementara tanah longsor dilaporkan tersebar di desa dan kelurahan pada lima kecamatan.

Dampak kerusakan akibat banjir meliputi:

Indonesia Peringkat 4 Dunia Paparan Bencana, Kepala BNPB Minta BPBD Siap Pegang Komando
Baca Juga

Indonesia Peringkat 4 Dunia Paparan Bencana, Kepala BNPB Minta BPBD Siap Pegang Komando

  • 21 rumah warga terdampak.

  • 60 hektar sawah terendam dan 2 ekor kuda mati.

  • 11 ruas jalan, 6 unit perkantoran, dan 2 fasilitas pendidikan terdampak.

Meski kondisi banjir dilaporkan telah surut, akses jalan penghubung antara Desa Sukamaju dan Erabaru di Kecamatan Tellu Limpoe masih terputus.

Tiga Korban Erupsi Ditemukan, Jalur Pendakian Gunung Dukono Resmi Ditutup Permanen
Baca Juga

Tiga Korban Erupsi Ditemukan, Jalur Pendakian Gunung Dukono Resmi Ditutup Permanen

Di sisi lain, terjangan tanah longsor mengakibatkan:

  • 7 rumah warga dan 1 hektar sawah terdampak.

  • 1 unit jembatan dan 6 ruas jalan penghubung antardesa mengalami kerusakan.

  • Pipa PDAM terputus, mengganggu pasokan air bersih ke Dusun Waetuo.

Hingga saat ini, material longsor yang menutupi sebagian badan jalan masih dalam proses pembersihan namun sudah bisa dilalui kendaraan roda empat. Perbaikan pipa PDAM juga tengah diupayakan oleh petugas gabungan di lapangan. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini.

(Dok. BPBD Maluku)

Belasan Rumah Rusak Akibat Gelombang Pasang di Seram Bagian Timur

Bencana lainnya dilaporkan terjadi di Desa Aruan Gaur, Kecamatan Siritaun Wida Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku. Gelombang pasang menghantam pesisir pantai dan merusak talud penahan ombak sepanjang 110 meter.

Tertimbun Pasir Vulkanik 50 Meter dari Kawah, Satu Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan
Baca Juga

Tertimbun Pasir Vulkanik 50 Meter dari Kawah, Satu Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan

Hancurnya talud membuat ombak langsung menghantam dinding pemukiman. Berdasarkan data kaji cepat, sebanyak 17 Kepala Keluarga (KK) atau 67 jiwa terdampak akibat fenomena ini. Kerusakan fisik mencakup 4 unit rumah rusak sedang dan 15 unit rumah rusak ringan.

Hingga Kamis (4/6/2026), gelombang pasang dan abrasi dilaporkan masih terjadi. Sejumlah warga memilih mengungsi ke rumah kerabat saat air pasang naik, sementara warga lainnya bergotong-royong membangun penahan ombak sementara secara mandiri.

(Dayank Ana)