Min, 14/06/26 · 11.18.19
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

BNPB Rilis Data Bencana Akhir Pekan: Banjir Hingga Angin Kencang Melanda

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Minggu, 14 Juni 2026 · 15:422 menit baca
BNPB Rilis Data Bencana Akhir Pekan: Banjir Hingga Angin Kencang Melanda
BNPB menghimpun rentetan bencana akhir pekan per Juni 2026. Angin kencang merusak puluhan rumah di Lingga, banjir melanda Palopo, dan kebakaran lahan terjadi di Sabu Raijua. (Dok. BPBD Kota Palopo)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis laporan kejadian dan penanganan bencana yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia sepanjang periode 13 hingga 14 Juni 2026. Laporan tersebut mencakup insiden banjir di Sulawesi Selatan, dampak angin kencang di Kepulauan Riau dan Sumatra Utara, serta kebakaran lahan di Nusa Tenggara Timur.

Di Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan, banjir akibat luapan sungai setelah hujan deras merendam permukiman warga di Kelurahan Salubattang dan Pentojangan, Kecamatan Telluwanua, pada Sabtu (13/6). Berdasarkan kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palopo, sebanyak 10 unit rumah warga dan satu hektare lahan perkebunan tergenang air dengan tinggi muka air (TMA) mencapai 30 sentimeter.

Bencana hidrometeorologi lainnya berupa angin kencang melanda wilayah Sumatra dan Kepulauan Riau. Di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, angin kencang menerjang Desa Tanjung Kelit, Kecamatan Bakung Serumpun, pada Sabtu (13/6). Insiden ini mengakibatkan kerusakan pada 80 unit rumah warga, dengan rincian 14 unit rusak berat dan 66 unit rusak ringan. Angin kencang juga merusak dua fasilitas pendidikan setempat. BPBD Kabupaten Lingga dilaporkan tengah mengupayakan penanganan darurat dan berkoordinasi dengan instansi terkait.

Banjir dan Longsor Landa Sinjai, Gelombang Pasang Rusak Rumah di Seram Bagian Timur
Baca Juga

Banjir dan Longsor Landa Sinjai, Gelombang Pasang Rusak Rumah di Seram Bagian Timur

Dampak angin kencang juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatra Utara, tepatnya di Desa Parbuluan IV, Kecamatan Parbuluan. Sebanyak 12 unit rumah warga mengalami kerusakan pasca-kejadian. Tim BPBD Kabupaten Dairi telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pendataan dan pemantauan dampak kerusakan.

Sementara itu, dari zona rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kebakaran melanda lahan seluas 20 hektare di Desa Eimau dan Eilode, Kecamatan Sabu Tengah, Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kebakaran yang terjadi sejak Kamis (11/6) tersebut diduga dipicu oleh sisa pembakaran sampah yang tertiup angin hingga merembet ke area lahan kering. BPBD Kabupaten Sabu Raijua bersama tim gabungan memastikan api telah berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Sabtu (13/6).

Merespons rentetan peristiwa tersebut, BNPB mengingatkan masyarakat untuk memperketat kewaspadaan dini terhadap dinamika tanda-tanda alam di lingkungan sekitar. Warga diimbau untuk segera mencari tempat berlindung yang aman jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi lebih dari satu jam untuk menghindari potensi banjir susulan maupun tanah longsor.

Saat terjadi angin kencang, masyarakat diminta tetap bertahan di dalam bangunan yang kokoh dan menghindari pohon rimbun, baliho, serta struktur bangunan semipermanen jika sedang berada di luar ruangan.

Sinergi Pusat-Daerah: Infrastruktur Kedaruratan Pangandaran Diperkuat
Baca Juga

Sinergi Pusat-Daerah: Infrastruktur Kedaruratan Pangandaran Diperkuat

Bagi wilayah yang memasuki musim kering, BNPB menekankan agar warga tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan di area lahan terbuka guna mencegah perluasan titik api. BNPB juga menginstruksikan kepada seluruh pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk memperkuat kesiapan personel serta armada penyelamatan secara berkala.

(Hendrawan)