Sel, 04/08/26 · 12.31.26
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

Diduga Atur Manipulasi Sistem Impor Rp450 Juta, Nama Dirjen Bea Cukai Mencuat di Sidang Tipikor

Tony
Tony
Selasa, 4 Agustus 2026 · 18:032 menit baca
Diduga Atur Manipulasi Sistem Impor Rp450 Juta, Nama Dirjen Bea Cukai Mencuat di Sidang Tipikor
Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama mencuat dalam sidang Tipikor kasus suap Rp450 juta PT Blueray Cargo terkait manipulasi sistem impor. (Dok. Ist)

Nama Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama mencuat dalam persidangan kedua kasus dugaan suap dan manipulasi sistem impor PT Blueray Cargo yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Keterlibatan pimpinan tertinggi otoritas kepabeanan tersebut tertuang dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penentuan formula suap importasi.

Dirjen DJBC diduga ikut menghadiri pertemuan rahasia bersama pemilik kargo di salah satu hotel mewah di Jakarta untuk mengatur manipulasi sistem penyaringan barang (rule set targeting).

Pengembangan perkara yang mengarah pada pertanggungjawaban hukum Dirjen Bea Cukai tersebut turut didesak oleh kelompok masyarakat saat persidangan berlangsung.

Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot, Laporan Investigasi Seret Nama Haji Isam
Baca Juga

Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot, Laporan Investigasi Seret Nama Haji Isam

“Satu kelompok oknum media diduga dikerahkan dengan misi meredam pemberitaan agar jalannya persidangan tidak terekspos ke publik. Sebaliknya, kelompok lainnya justru mendesak agar berita tetap ditayangkan secara masif, bahkan mendorong JPU KPK untuk mengembangkan kasus ini hingga meminta pertanggungjawaban hukum dari Direktur Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Djaka Budhi Utama,” kata dakwaan JPU KPK, Rabu (20/5/2026).

Persidangan yang mendudukkan tiga pimpinan PT Blueray Cargo John Field, Dedy Kurniawan, dan Andri sebagai terdakwa tersebut mengungkap setoran dana senilai Rp450 juta per bulan untuk meloloskan barang impor.

Keterangan mengenai keterlibatan hierarki atas di lingkungan kepabeanan diperkuat oleh kesaksian Kepala Seksi Intelijen DJBC Orlando Hamonangan yang dihadirkan sebagai saksi kunci.

“Hanya jatah untuk tiga orang, termasuk saya sendiri, yang diserahkan melalui saya. Selebihnya, termasuk satu amplop yang disebut dana operasional DJBC, tidak melalui saya dan saya tidak tahu berapa nominal isinya,” kata Orlando Hamonangan.

Bupati Langkat Kena OTT KPK, Ruang Kerja Disegel dan Segera Diterbangkan ke Jakarta
Baca Juga

Bupati Langkat Kena OTT KPK, Ruang Kerja Disegel dan Segera Diterbangkan ke Jakarta

Aliran dana jatah bulanan tersebut diakui saksi telah dikonfirmasi dan mendapat persetujuan langsung dari para atasan di instansi tempatnya bertugas.

“Saya tiba-tiba didatangi John Field, dia menyebutkan bahwa sudah berbicara langsung dengan pimpinan saya,” ujarnya.

Instruksi untuk mengamankan praktik suap kemudian ditirukan saksi di hadapan majelis hakim.

“Diikuti saja, nanti bakal dihubungi John, apa yang hendak dilaksanakan selanjutnya,” cetus Orlando menirukan arahan atasannya, Rizal dan Susriyan.

Pola penyerahan uang jatah kerap dilakukan di luar kantor pada hari libur maupun akhir pekan, di mana saksi mengaku kerap dipanggil pimpinan usai menerima amplop tersebut.

“Nggak juga. Sering setelah saya pegang amplop itu, tiba-tiba pimpinan minta ketemuan di Kelapa Gading. Pernah penyerahan amplop dilakukan dua kali dalam sebulan untuk rapelan dua bulan berturut-turut. Penyerahannya memang kerap pada saat libur atau akhir pekan,” dalih Orlando saat dicecar JPU KPK mengenai alasan penyerahan di luar kantor.

KPK Tetapkan Delapan Tersangka Korupsi Imigrasi Jakarta Barat, Termasuk Silmy Karim
Baca Juga

KPK Tetapkan Delapan Tersangka Korupsi Imigrasi Jakarta Barat, Termasuk Silmy Karim

Adapun proses pembuktian manipulasi dokumen impor ini dilanjutkan JPU KPK dengan memeriksa empat saksi lain dari pihak swasta, yakni Johanes Setiawan, Vinny Feryvil, Indra Setiawan, dan Andreas Budi Santoso.

(Tony)