Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan rentetan kejadian bencana alam yang didominasi oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta cuaca ekstrem di beberapa wilayah Sumatera selama beberapa hari terakhir hingga Senin, (01/06/2026) pagi. Pemicu utama meluasnya dampak bencana ini dipengaruhi oleh faktor cuaca panas, angin kencang, serta tingginya intensitas hujan di sejumlah daerah.
Tiga Kabupaten di Aceh Dikepung Titik Api
Kebakaran lahan secara beruntun dilaporkan melanda tiga kabupaten di Provinsi Aceh dengan total luasan area terdampak mencapai puluhan hektare.
-
Aceh Tengah: Karhutla membakar lahan seluas 3 hektare yang tersebar di Gampong Kala Ketol (Kecamatan Ketol), Gampong Pendere Saril (Kecamatan Bebesen), dan Gampong Pukes (Kecamatan Kebayakan) pada Sabtu, (30/5/2026) sore. Otoritas pemadam kebakaran memastikan seluruh titik api di lokasi ini berhasil dipadamkan pada Minggu, (31/5/2026).
-
Aceh Barat: Lahan seluas 2 hektare ludes terbakar di Gampong Berawang dan Gampong Kuta Padang Layung, Kecamatan Bubon pada Minggu, (31/5/2026). Hingga saat ini, operasi pemadaman oleh tim gabungan masih terus berjalan karena api belum berhasil dikendalikan secara penuh.
-
Nagan Raya: Kebakaran hebat melanda Gampong Kayee Uneo (Kecamatan Darul Makmur) dan Gampong Babah Lueng (Kecamatan Tripa Makmur) pada Minggu, (31/5/2026). Pendataan awal menunjukkan luasan lahan yang terbakar telah mencapai 17 hektare. Petugas di lapangan baru mengerahkan dua unit mesin pompa air, namun angin kencang dan cuaca panas membuat api masih berpotensi meluas.
Tertibkan Administrasi Nasional, PWI Pusat Sosialisasikan Lima Peraturan Organisasi Baru

Cuaca Ekstrem Hancurkan 14 Rumah di Serdang Bedagai
Selain ancaman karhutla, fenomena cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai angin kencang menerjang Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara pada Kamis, (28/5/2026) malam.
Dampak hempasan angin kencang tersebut berpusat di tiga wilayah, yakni Kecamatan Perbaungan, Kecamatan Serbajadi, dan Kecamatan Tebing Tinggi. Sedikitnya 14 unit rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan dengan kategori rusak berat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat saat ini masih melakukan asesmen sekunder dan penanganan darurat di lokasi kejadian.
Resmi Terima Surat Kuasa, Hotman Paris Resmi Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dalam Dugaan Korupsi
Imbauan Mitigasi Struktur Bangunan dan Vegetasi
Merespons situasi tersebut, otoritas kebencanaan meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperketat langkah mitigasi mandiri menghadapi potensi risiko angin kencang. Pilihan langkah teknis yang direkomendasikan meliputi pemangkasan berkala dahan pohon yang rimbun di sekitar permukiman, penguatan struktur atap bangunan rumah, serta pembersihan saluran drainase untuk mengantisipasi sumbatan air.
Masyarakat juga diminta untuk terus memantau pembaruan data prakiraan cuaca dari lembaga resmi guna menghindari simpang siur informasi di lapangan.
(Dayank Ana)
