Min, 14/06/26 · 11.15.48
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

Kekeringan Melanda Sejumlah Wilayah, Penyaluran Air Bersih Diintensifkan

Hendrawan
Hendrawan
Sabtu, 13 Juni 2026 · 15:022 menit baca
Kekeringan Melanda Sejumlah Wilayah, Penyaluran Air Bersih Diintensifkan
BNPB merilis laporan penanganan bencana per Juni 2026. Dampak kekeringan dan krisis air bersih meluas di Cilacap, Bogor, dan Karawang, sementara banjir landa Parigi Moutong. (Dok. BNPB)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan penanganan dampak kekeringan mendominasi laporan kebencanaan di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 12 hingga 13 Juni 2026. Selain kekeringan yang meluas di Pulau Jawa, insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta banjir juga masih melanda beberapa daerah.

Di Jawa Tengah, kekeringan melanda Kabupaten Cilacap, tepatnya di Desa Kedungbenda (Kecamatan Nusawungu) dengan 120 jiwa terdampak, serta Desa Karangkemiri (Kecamatan Jeruklegi) yang berdampak pada 398 jiwa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap telah menyalurkan 10.000 liter air bersih dan melakukan koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi meluasnya dampak kemarau.

Kondisi serupa terjadi di Jawa Barat. Di Kabupaten Karawang, sebanyak 372 warga Desa Kutalanggeng, Kecamatan Tegalwaru, mengalami krisis air bersih. BPBD setempat telah mengerahkan dua unit mobil tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter.

Sementara di Kabupaten Bogor, kekeringan melanda Desa Gunung Sari, Kecamatan Citeureup, yang berdampak pada 517 jiwa, serta Desa Parakan Muncang, Kecamatan Nanggung, dengan 217 jiwa terdampak. BPBD Kabupaten Bogor mengintensifkan pengisian penampungan air dan toren warga dengan menyuplai 5.000 liter air bersih ke dua desa tersebut.

Kekeringan dan Karhutla Meluas di Jawa-Kalimantan, BNPB Imbau Langkah Mitigasi
Baca Juga

Kekeringan dan Karhutla Meluas di Jawa-Kalimantan, BNPB Imbau Langkah Mitigasi

Selain krisis air, cuaca kering memicu kebakaran lahan perkebunan seluas dua hektare di Desa Alur Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. BPBD Kabupaten Bener Meriah mengerahkan dua unit armada pemadam kebakaran dari Posko 03 dan 04 untuk memadamkan api. Korban jiwa nihil, dan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Di sisi lain, bencana hidrometeorologi basah berupa banjir dilaporkan melanda Desa Ongka, Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Curah hujan tinggi memicu luapan sungai setempat hingga merendam 176 unit rumah warga. Meski sempat surut, debit air dilaporkan kembali meningkat akibat hujan susulan pada malam hari, sehingga warga diminta tetap waspada.

Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian wilayah Indonesia kini mulai memasuki masa transisi ke musim kemarau, namun sebagian wilayah lainnya masih berpotensi menghadapi hujan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang.

BNPB Rilis Data Bencana Akhir Pekan: Banjir Hingga Angin Kencang Melanda
Baca Juga

BNPB Rilis Data Bencana Akhir Pekan: Banjir Hingga Angin Kencang Melanda

Merespons dinamika cuaca ini, BNPB mengingatkan masyarakat di kawasan rawan kekeringan untuk menghemat penggunaan air bersih serta menghindari aktivitas memicu kebakaran seperti membakar lahan. Bagi warga di zona rawan banjir, khususnya di sepanjang aliran sungai dan lereng perbukitan, diimbau untuk segera melakukan evakuasi mandiri jika terjadi hujan lebat berdurasi panjang.

BNPB juga menginstruksikan BPBD dan pemerintah daerah untuk memperketat patroli karhutla, membersihkan saluran drainase, memangkas pohon rimbun, serta memantau kelaikan fungsi tanggul sungai guna meminimalkan risiko kedaruratan di lapangan.

(Hendrawan)