Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pemutakhiran data penanganan bencana hidrometeorologi basah serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Berdasarkan data yang dihimpun per Sabtu, (30/5/2026), sejumlah daerah dilaporkan masih menghadapi dampak kerusakan infrastruktur, pengungsian massal, hingga genangan banjir yang belum surut.

Dampak Cuaca Ekstrem dan Banjir Terbaru
Dua wilayah mencatatkan dampak signifikan akibat fenomena cuaca buruk dalam beberapa hari terakhir:
-
Kabupaten Deli Serdang (Sumatera Utara): Terjangan cuaca ekstrem pada Kamis, (28/5/2026), berdampak pada 94 kepala keluarga atau 348 jiwa. Kejadian ini mengakibatkan 94 unit rumah warga mengalami kerusakan yang tersebar di Kecamatan Patumbak, Biru-Biru, Pancur Batu, Namorambe, Deli Tua, Batang Kuis, dan Percut Sei Tuan.
-
Kota Manado (Sulawesi Utara): Hujan dengan intensitas tinggi pada Rabu, (27/5/2026), memicu banjir yang merendam 468 unit rumah. Sebanyak 968 jiwa terdampak, di mana 747 jiwa di antaranya terpaksa mengungsi ke area yang lebih aman. Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Pakowa, Paal IV, Dendengan Dalam, Komo, dan Ternate Tanjung. Kondisi mutakhir per Jumat, (29/5/2026), dilaporkan mulai surut.
Laporan Kebencanaan Nasional: Tanggul Roboh di Poso Hingga Cuaca Ekstrem Deli Serdang
Perkembangan Wilayah Status Tanggap Darurat
Beberapa daerah yang dilanda bencana sejak pertengahan Mei masih memberlakukan status tanggap darurat akibat skala dampak yang meluas:
-
Kabupaten Gorontalo Utara (Gorontalo): Banjir bandang yang menerjang Kecamatan Biau pada Selasa, (26/5/2026), berdampak pada 3.524 jiwa dan merendam 724 unit rumah. Selain itu, tercatat 20 unit rumah mengalami rusak berat dan 3 unit rumah hanyut. Pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat hingga Rabu, (24/5/2026), meski kondisi air saat ini dilaporkan telah surut.
-
Kabupaten Luwu Utara (Sulawesi Selatan): Banjir yang terjadi sejak Rabu, (13/5/2026), masih belum surut akibat curah hujan yang terus mengguyur wilayah terdampak. Bencana ini merendam 3.685 unit rumah dan berdampak pada 13.114 jiwa di 7 kecamatan, dengan 14 jiwa di antaranya masih terpaksa mengungsi. Pemerintah daerah setempat memperpanjang status tanggap darurat hingga Selasa, 16 Juni 2026.
-
Kabupaten Bolaang Mongondow (Sulawesi Utara): Luapan banjir pada Rabu, (27/5/2026), di Kecamatan Bolaang telah berdampak pada 601 jiwa, mengakibatkan 12 unit rumah rusak, dan 134 unit rumah lainnya terendam. Status tanggap darurat di wilayah ini berlaku hingga Senin, (9/6/2026), sementara warga secara bertahap mulai membersihkan lingkungan seiring surutnya air.
Tertibkan Administrasi Nasional, PWI Pusat Sosialisasikan Lima Peraturan Organisasi Baru
Banjir Kiriman di Kutai Barat dan Perluasan Karhutla Riau
Di Provinsi Kalimantan Timur, banjir akibat luapan Sungai Mahakam dan Sungai Kedang Pahu di Kabupaten Kutai Barat yang terjadi sejak Senin, 18 Mei 2026, dilaporkan telah surut di empat kecamatan. Dampak akumulatif di wilayah ini mencapai 15.258 jiwa dan merendam 3.116 rumah. Meski di beberapa titik mulai aman, genangan setinggi 200 sentimeter dilaporkan masih merendam Kampung Muara Beloan di Kecamatan Muara Pahu akibat menerima banjir kiriman.
Sementara itu, sektor hidrometeorologi kering di Provinsi Riau masih menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang terus meluas. Hingga Jumat, (29/5/26), area yang terbakar bertambah 4,86 hektare, sehingga total akumulasi lahan hangus kini mencapai 14.921,14 hektare. Pemerintah Provinsi Riau menetapkan masa siaga darurat karhutla yang berlangsung panjang, mulai 13 Februari hingga Minggu, (30/5/2026).
Peringatan Dini: Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, Indonesia saat ini berada dalam fase transisi cuaca yang tidak merata. Sebagian wilayah masih berpotensi mengalami hujan lebat disertai angin kencang dan petir, sedangkan sebagian wilayah lainnya mulai memasuki musim kemarau yang meningkatkan risiko kekeringan serta titik api.
(Dayank Ana)
