Sab, 18/07/26 · 02.52.38
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

Prabowo Akui Ada Kantor Megah Tanpa Produktivitas, Minta Pembangunan Dievaluasi

Hendrawan
Hendrawan
Minggu, 24 Mei 2026 · 20:261 menit baca
Prabowo Akui Ada Kantor Megah Tanpa Produktivitas, Minta Pembangunan Dievaluasi
Aktivitas pekerja di kawasan tambak BUBK Kebumen, Jawa Tengah, saat panen raya udang yang ditinjau Presiden Prabowo Subianto, Sabtu (23/5/2026). (Dok. BPMI)

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajaran Kabinet Merah Putih menunda pembangunan kantor pemerintah dan mengalihkan prioritas ke proyek-proyek yang menciptakan lapangan kerja dan nilai tambah ekonomi.

Pernyataan itu disampaikan saat panen raya udang di kawasan Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026).

“Maaf, kita sekarang agak tunda lah bangun banyak kantor, kantor, kantor. Kantor itu ya perlu, tapi jangan ada kantor nggak ada produktivitas. Lebih baik kantornya tidak begitu bagus, tapi produknya bagus, hasilnya banyak, penghasilan untuk rakyat banyak. Rakyat kita butuh pekerjaan,” ujar Prabowo.

Prabowo menetapkan dua ukuran konkret bagi proyek yang layak didukung pemerintah, menciptakan lapangan kerja dan menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Pramono Sambut Putusan MK: Jakarta Tetap Ibu Kota Selama Keputusan Presiden Belum Terbit
Baca Juga

Pramono Sambut Putusan MK: Jakarta Tetap Ibu Kota Selama Keputusan Presiden Belum Terbit

Foto-udara-tambak-udang-BUBK-Kebumen-Jawa-Tengah-2026
Foto udara kawasan Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, lokasi panen raya udang yang ditinjau Presiden Prabowo Subianto, Sabtu (23/5/2026). (BPMI)

“Yang boleh kita dukung, yang harus kita jalankan adalah proyek-proyek yang produktif. Batasan produktif apa? Menciptakan lapangan kerja untuk rakyat kita. Kedua, menghasilkan nilai tambah, menambah kekayaan bangsa Indonesia, menambah penghasilan rakyat kita. Itu arti produktif,” tegasnya.

Pemerintah juga akan memperluas pembangunan sektor-sektor yang menghasilkan protein sekaligus berorientasi ekspor untuk mendatangkan devisa.

“Kita akan bangun proyek-proyek produktif yang menghasilkan protein untuk rakyat kita, dan juga untuk jual ke luar negeri supaya kita bisa dapat devisa,” ujarnya.

Prabowo menyebut percepatan proyek produktif akan dilakukan dalam bulan-bulan mendatang di berbagai daerah.

(Hendra)