Sab, 18/07/26 · 02.48.54
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

Prabowo Resmikan Museum dan Perpustakaan Seskoad, Tiga Presiden RI Tercatat sebagai Alumninya

Hendrawan
Hendrawan
Senin, 25 Mei 2026 · 16:162 menit baca
Prabowo Resmikan Museum dan Perpustakaan Seskoad, Tiga Presiden RI Tercatat sebagai Alumninya
Presiden Prabowo Subianto meninjau Dinding Kehormatan Museum Seskoad yang memajang foto dan koleksi medali para alumni terkemuka lembaga tersebut, di Kota Bandung, Senin (25/5/2026). (BPMI)

Presiden Prabowo Subianto meresmikan renovasi Museum dan Perpustakaan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) di Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (25/5/2026).

Peresmian ini sekaligus menegaskan rekam jejak Seskoad sebagai lembaga pendidikan militer yang telah melahirkan tiga presiden dan tiga wakil presiden Republik Indonesia.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, hari Senin, 25 Mei 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan renovasi museum dan perpustakaan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat,” ucap Presiden.

Seskoad tercatat telah melahirkan sejumlah pemimpin puncak Indonesia. Dari kursi presiden, Soeharto sebagai Presiden ke-2, Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden ke-6, dan Prabowo Subianto sebagai Presiden ke-8 seluruhnya merupakan alumni lembaga ini.

Pramono Sambut Putusan MK: Jakarta Tetap Ibu Kota Selama Keputusan Presiden Belum Terbit
Baca Juga

Pramono Sambut Putusan MK: Jakarta Tetap Ibu Kota Selama Keputusan Presiden Belum Terbit

Dari kursi wakil presiden, tiga nama juga tercatat sebagai lulusan Seskoad, Umar Wirahadikusumah sebagai Wakil Presiden ke-4, Sudharmono sebagai Wakil Presiden ke-5, dan Try Sutrisno sebagai Wakil Presiden ke-6.

Pengaruh Seskoad melampaui batas negara. Empat Kepala Staf Angkatan Darat Singapura tercatat pernah menempuh pendidikan di lembaga ini: Neo Kian Hong (2007–2010), Melvyn Ong Su Kiat (2015–2018), David Neo Chin Wee (2022–2025), dan KSAD Singapura saat ini Cai Dexian.

Kepala Departemen Kejuangan dan Doktrin Seskoad, Arhanud Desi Ariyanto, menjelaskan bahwa museum ini dirancang sebagai ruang pembelajaran sejarah militer dan kepemimpinan bagi para perwira.

“Museum ini tujuannya didirikan sebagai tempat untuk menggali semua sejarah. Kita sebagai militer harus tahu sejarah perang, sejarah militer, dan di dalam sejarah perang itu juga ada leadership,” jelasnya.

Prabowo Akui Ada Kantor Megah Tanpa Produktivitas, Minta Pembangunan Dievaluasi
Baca Juga

Prabowo Akui Ada Kantor Megah Tanpa Produktivitas, Minta Pembangunan Dievaluasi

Selain museum dua lantai yang menyajikan sejarah perjuangan dan pengembangan kapasitas kepemimpinan, Seskoad juga memiliki perpustakaan dengan koleksi 42 ribu buku. Setiap tahun sekitar 500 siswa menempuh pendidikan di Seskoad, termasuk 30 siswa dari luar negeri.

“Di museum lantai satu mereka belajar sejarah, di lantai dua mereka mengisi dirinya sehingga memiliki kemampuan, keterampilan, dan khususnya olah pikir tidak hanya kemiliteran, juga ilmu pemerintahan,” ujar Desi Ariyanto.

(Hendra)