Sel, 28/07/26 · 12.22.33
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

Puncak Kemarau Tiba, Kebakaran Hutan dan Lahan Meluas di Sejumlah Daerah

Memei
Memei
Selasa, 28 Juli 2026 · 17:501 menit baca
Puncak Kemarau Tiba, Kebakaran Hutan dan Lahan Meluas di Sejumlah Daerah
BNPB mencatat lonjakan kebakaran hutan dan lahan di Aceh, Jawa, hingga Sumatera menjelang puncak kemarau. Pembakaran sampah dan lahan diimbau dihentikan. (Dok. BNPB)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat lonjakan kejadian kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia menjelang puncak musim kemarau.

Maraknya insiden karhutla dipicu oleh teriknya cuaca serta aktivitas pembakaran sampah dan pembersihan lahan yang tidak terkendali di tengah fenomena El Nino.

Di Kota Lhokseumawe, Aceh, karhutla menghanguskan dua hektare lahan di Gampong Cot Girek Kandang, Kecamatan Muara Dua. Api berhasil dipadamkan oleh tim gabungan dua jam setelah kejadian.

Kebakaran juga melanda kawasan perbukitan hutan milik Perhutani seluas empat hektare di Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Titik api sempat kembali muncul akibat terpaan angin kencang yang membawa bara ke serasah kering.

Karhutla Marak di Beberapa Daerah, BNPB Minta Pemda Gencarkan Sosialisasi
Baca Juga

Karhutla Marak di Beberapa Daerah, BNPB Minta Pemda Gencarkan Sosialisasi

Peristiwa serupa terjadi di Jawa Tengah, di mana lahan tebu seluas masing-masing satu hektare terbakar di Desa Jepangrego (Blora) dan Desa Giriwono (Wonogiri).

Kebakaran akibat pembakaran sampah dan serasah bekas panen juga melalap satu hektare lahan di Desa Kaligawe, Klaten, serta 3,4 hektare lahan di Kecamatan Kedungjati dan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan.

Sementara di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, api bermula dari kawasan pemakaman Desa Jelegong, Kutawaringin, sebelum akhirnya meluas dan menghanguskan satu hektare lahan di sekitarnya.

BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Dominasi Sejumlah Wilayah di Indonesia
Baca Juga

BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Dominasi Sejumlah Wilayah di Indonesia

Selain ancaman hidrometeorologi kering, bencana angin kencang menerjang Desa Bulurejo, Banyuwangi, yang mengakibatkan sepuluh rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga sedang.

Di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, pergeseran tanah dan abrasi Sungai Batang Hari di Desa Epil, Kecamatan Lais, merusak sepuluh rumah dan memaksa belasan jiwa mengungsi.

Otoritas penanggulangan bencana mengingatkan warga untuk menghentikan praktik pembakaran lahan dan sampah guna mengantisipasi maraknya titik api selama musim kemarau.

Masyarakat juga diimbau menghemat penggunaan air bersih serta mewaspadai potensi bencana geologi seperti gempa bumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

(Memei)