Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Lingkungan

Guru Besar Fakultas Kehutanan Untan Tekankan Pentingnya Akses Pasar Bagi Perhutanan Sosial

Ajau Suwandi
Ajau Suwandi
Sabtu, 17 Oktober 2026 · 22:322 menit baca
Guru Besar Fakultas Kehutanan Untan Tekankan Pentingnya Akses Pasar Bagi Perhutanan Sosial
Peta sketsa tata guna lahan Kelompok Perhutanan Sosial Hutan Adat Tae di Desa Tae, Kecamatan Balai, Kabupaten Sanggau. Foto: Dokumen Fahutan Untan

Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (Fahutan Untan) menerima kunjungan tim Pusat Pengembangan Sosial Ekonomi Masyarakat Hutan (P2SEMH) di Ruang Ramin 2B Fahutan Untan, Pontianak, Jumat (16/10/2026).

Pertemuan ini membahas penguatan riset dan kebijakan guna mendorong inklusi sosial ekonomi masyarakat hutan dalam mendukung ketahanan pangan serta iklim.

Dekan Fahutan Untan Prof. Farah Diba berhijab abu-abu duduk mendampingi pemateri dari P2SEMH di meja utama rapat.
Dekan Fahutan Untan Prof. Farah Diba membahas penguatan inklusi sosial ekonomi masyarakat hutan di Ruang Ramin 2B, Pontianak. Foto: Dokumen Fahutan Untan

Dekan Fakultas Kehutanan Untan Prof. Farah Diba memaparkan komitmen dan peran perguruan tinggi dalam mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa fakultas terus mempertemukan hasil penelitian dengan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.

“Penelitian kami  dan tim berfokus pada pengembangan hasil hutan bukan kayu, pengolahan tengkawang, penguatan usaha masyarakat, serta penelitian karbon pada ekosistem gambut dan mangrove,” ujar Farah.

Dari Pontianak ke Yogyakarta: Ketika Kayu, Bambu, Gambut, dan Nasib Hutan Bertemu di MAPEKI XXIX
Baca Juga

Dari Pontianak ke Yogyakarta: Ketika Kayu, Bambu, Gambut, dan Nasib Hutan Bertemu di MAPEKI XXIX

Sementara itu, Guru Besar Fahutan Untan Prof. Gusti Hardiansyah menyoroti pentingnya menyambungkan pengetahuan akademis dengan kebutuhan praktis para pelaku usaha perhutanan sosial.

Prof. Gusti Hardiansyah menyimak jalannya diskusi mengenai KMS SEMESTA di Untan.
Guru Besar Fahutan Untan Prof. Gusti Hardiansyah (tengah) menyimak diskusi interaktif penguatan platform digital KMS SEMESTA bersama jajaran civitas akademika di Ruang Ramin 2B, Pontianak. Foto: Dokumen Fahutan Untan

Menurutnya, riset mengenai komoditas lokal seperti tengkawang harus dibarengi dengan kepastian aspek bisnis dan akses pasar.

“Pengetahuan kampus perlu sampai kepada orang yang dapat menggunakannya. Penelitian tengkawang, misalnya, perlu diteruskan dengan pertanyaan mengenai mutu produk, biaya pengolahan, dan pembelinya,” jelas Ketua ICMI Kalbar tersebut.

Gusti menambahkan, konsep inklusi harus memastikan masyarakat terlibat langsung dalam menentukan kebutuhan usaha serta merasakan manfaat ekonomi secara nyata.

ICMI Kalimantan Barat Sampaikan Policy Note, Dorong Pergeseran dari Pemadaman Krisis ke Tata Kelola Kebakaran Adaptif
Baca Juga

ICMI Kalimantan Barat Sampaikan Policy Note, Dorong Pergeseran dari Pemadaman Krisis ke Tata Kelola Kebakaran Adaptif

Menurutnya, penerapan platform digital seperti Knowledge Management System (KMS) SEMESTA harus mempermudah masyarakat dalam memetakan masalah usaha dan menentukan langkah perbaikan secara tepat.

“Kemudahan penggunaan, pendampingan, dan ketepatan data perlu mendapat perhatian sejak pengembangan sistem. Perguruan tinggi perlu menyumbangkan pengetahuan yang dapat digunakan untuk mewujudkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Gusti.

Melalui pertemuan ini, Fahutan Untan dan P2SEMH berkomitmen melanjutkan kolaborasi pendampingan kelompok masyarakat hutan untuk memperkuat kelembagaan, akses pembiayaan, dan tata kelola usaha berkelanjutan.

(Ajau)