Sab, 18/07/26 · 04.33.34
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Peristiwa

Tertimbun Pasir Vulkanik 50 Meter dari Kawah, Satu Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan

Editor
Editor
Sabtu, 9 Mei 2026 · 20:511 menit baca
Tertimbun Pasir Vulkanik 50 Meter dari Kawah, Satu Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan
Tim SAR gabungan bersama personel TNI dan relawan melakukan proses evakuasi jenazah korban erupsi Gunung Dukono yang ditemukan tertimbun material pasir vulkanik di sekitar kawah, Sabtu (9/5/2026). (Dok. BNPB to Nusantara Post)

Tim SAR gabungan menemukan satu korban erupsi Gunung Api Dukono pada Sabtu (9/5/2026) pukul 14.30 WIT. Korban berinisial E, warga negara Indonesia, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar 50 meter dari bibir kawah sebagian besar tubuhnya masih tertimbun material pasir vulkanik saat ditemukan.

Proses pencarian tidak berjalan mulus. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Halmahera Utara, Hentje M.L. Hetharia, melaporkan bahwa material pasir vulkanik dengan ketebalan bervariasi menutupi area pencarian, mempersulit penyisiran tim di lapangan.

Pada sore hari, hujan deras mengguyur lokasi dan memaksa tim SAR menghentikan sementara operasi. Justru setelah hujan reda, jasad korban yang sebelumnya tersembunyi di balik timbunan pasir mulai terlihat hanya bagian kaki hingga pinggang yang tampak, sementara sisanya masih tertimbun.

Tim segera melakukan evakuasi secara hati-hati sesuai prosedur keselamatan. Jenazah kemudian dibawa ke posko penanganan erupsi sebelum dirujuk ke RSUD Tobelo.

Tiga Korban Erupsi Ditemukan, Jalur Pendakian Gunung Dukono Resmi Ditutup Permanen
Baca Juga

Tiga Korban Erupsi Ditemukan, Jalur Pendakian Gunung Dukono Resmi Ditutup Permanen

Usai menemukan korban pertama, tim SAR mengidentifikasi dua titik timbunan material pasir dalam radius sekitar tiga meter dari lokasi penemuan. Dua titik tersebut diduga kuat berkaitan dengan dua korban lain yang masih dalam pencarian.

Mengingat kondisi cuaca yang mulai gelap dan aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih terpantau tinggi, tim memutuskan memprioritaskan evakuasi korban pertama dan menghentikan operasi untuk hari ini.

Koordinat dua titik timbunan telah ditandai menggunakan GPS untuk memudahkan penyisiran lanjutan. Operasi SAR akan dilanjutkan pada Minggu (10/5/2026), difokuskan pada dua titik yang telah ditandai tersebut.

(Hendra)