Min, 05/07/26 · 10.05.24
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Angka Kelahiran Tembus 11 Ribu Jiwa, Pemkot Pontianak Soroti Kematian Ibu dan Bayi

Hendrawan
Hendrawan
Minggu, 5 Juli 2026 · 13:402 menit baca
Angka Kelahiran Tembus 11 Ribu Jiwa, Pemkot Pontianak Soroti Kematian Ibu dan Bayi
Wali Kota Edi Rusdi Kamtono menyoroti angka kematian ibu dan bayi di tengah angka kelahiran Pontianak yang menembus 11.667 jiwa pada 2025. (Dok. Prokopim Pontianak)

Pemerintah Kota Pontianak memperketat pengawasan terhadap mutu pelayanan kesehatan maternal seiring tingginya pertumbuhan penduduk di ibu kota Provinsi Kalimantan Barat. Otoritas kota mencatat angka kelahiran di Kota Pontianak sepanjang tahun 2025 menembus 11.667 jiwa, yang menuntut adanya standardisasi pengawasan klinis yang lebih ketat guna menekan risiko fatalitas persalinan.

Tingginya grafik demografi tersebut dinilai menjadi tantangan struktural dalam memangkas angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) yang hingga kini masih menjadi evaluasi utama pemerintah daerah. Hal tersebut ditegaskan oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di Gedung Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalbar, Minggu (5/7/2026).

Edi menekankan bahwa intervensi klinis tidak boleh luput dalam memantau fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) guna mencegah terjadinya degradasi kualitas tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan.

“Saya mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia. Semoga seluruh bidan senantiasa diberikan kesehatan, semangat, dan kesejahteraan dalam menjalankan tugas pengabdiannya. Mari bersama-sama kita wujudkan ibu sehat, anak sehat menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Edi.

Imbas Pemadaman Bergilir, Wali Kota Pontianak Desak PLN Percepat Pemulihan Listrik
Baca Juga

Imbas Pemadaman Bergilir, Wali Kota Pontianak Desak PLN Percepat Pemulihan Listrik

Edi menilai tingginya beban kerja penanganan persalinan di lapangan memerlukan integrasi basis data yang valid agar jaminan fasilitas kesehatan dari pemerintah pusat tidak salah sasaran.

“Angka kelahiran yang cukup tinggi menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab kita bersama. Karena itu, pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, ibu melahirkan, bayi, dan balita harus terus ditingkatkan. Pemerintah pusat telah menghadirkan berbagai program, termasuk pemeriksaan kesehatan gratis dengan sasaran ibu hamil dan kelompok rentan lainnya. Program ini akan efektif apabila didukung data yang akurat sehingga benar-benar tepat sasaran. Kehamilan harus dipantau secara optimal agar ibu tetap sehat, proses persalinan berjalan baik, dan anak yang lahir tumbuh menjadi generasi yang sehat serta cerdas,” papar Edi.

Standardisasi Puluhan Tempat Praktik Mandiri Bidan
Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang (PC) IBI Kota Pontianak, Sri Mulyanti, menyatakan bahwa pembenahan performa tenaga medis di tingkat tapak terus dipacu melalui pengetatan regulasi dan legalitas fasilitas praktik swasta. Selama satu tahun terakhir, organisasi profesi ini melakukan pembinaan dan standarisasi ketat terhadap 34 Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) di Pontianak.

Bidik Investasi Nasional, Pemkot Pontianak Pamerkan Kerajinan Unik di Medan
Baca Juga

Bidik Investasi Nasional, Pemkot Pontianak Pamerkan Kerajinan Unik di Medan

Selain standardisasi klinis, bidan di lapangan kini dibebani fungsi administratif tambahan lewat program jemput bola penerbitan akta kelahiran yang diintegrasikan langsung dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pontianak guna menjamin hak hukum anak sejak lahir.

“Pengabdian seorang bidan tidak berhenti pada proses kelahiran semata. Bidan hadir mendampingi perempuan, bayi, keluarga, dan masyarakat dalam setiap fase kehidupan. Karena itu, bidan bukan hanya sebuah profesi, melainkan panggilan pengabdian dan kemanusiaan. Serta pembinaan dan standarisasi terhadap 34 Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB),” kata Sri Mulyanti.

(Hendrawan)