Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kubu Raya menghentikan sementara Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dan mengalihkannya ke Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring mulai 19 hingga 22 Agustus 2026. Langkah ini diambil menyusul tingginya polusi udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membahayakan kesehatan.
Penghentian PTM mengacu pada data BMKG Kalimantan Barat pada Selasa (18/8/2026) pagi, yang mencatat konsentrasi partikulat halus (PM2.5) di Kubu Raya mencapai 96,9 µg/m³ atau masuk kategori berbahaya.
Kepala Disdikbud Kubu Raya, Syarif Muhammad Firdaus, menegaskan bahwa keselamatan warga sekolah menjadi prioritas utama penarikan siswa dari ruang kelas.
“Memperhatikan kondisi kualitas udara yang kembali menurun, pembelajaran terpaksa kita kembalikan ke PJJ daring terhitung 19 sampai 22 Agustus 2026. Kebijakan ini kita ambil sebagai komitmen untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik serta GTK,” kata Firdaus.