Sen, 10/08/26 · 07.56.37
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Buffer Zones

Meleset dari Janji 5 Agustus, Pemadaman Listrik Bergilir di Kalsel dan Kalteng Berlanjut Sepekan

Tony
Tony
Senin, 10 Agustus 2026 · 12:382 menit baca
Meleset dari Janji 5 Agustus, Pemadaman Listrik Bergilir di Kalsel dan Kalteng Berlanjut Sepekan
Meleset dari janji normal per 5 Agustus, PLN kembali berlakukan pemadaman listrik bergilir di Kalsel dan Kalteng hingga sepekan akibat kebocoran boiler PLTU. (Dok. Ist)

Perusahaan Listrik Negara (PLN) melanggar komitmennya kepada publik terkait pemulihan krisis listrik di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalsel-Kalteng).

Meski sebelumnya PLN memastikan pasokan listrik kembali normal per 5 Agustus 2026, pemadaman listrik secara bergilir justru kembali dibebankan kepada warga hingga sepekan ke depan, Sabtu, (8/8/2026).

Janji pemulihan tersebut menguap setelah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Power Indonesia (TPI) mendadak mengalami kerusakan teknis pada komponen boiler.

Akibatnya, pasokan daya kembali melorot drastis, kendati satu unit mesin baru berkapasitas 100 MW milik PT SLK di Gunung Mas telah dihubungkan ke dalam jaringan interkoneksi.

Kajian Jalur Kereta Palangka Raya-Banjarmasin Rampung, Siap Terkoneksi ke IKN
Baca Juga

Kajian Jalur Kereta Palangka Raya-Banjarmasin Rampung, Siap Terkoneksi ke IKN

“Pembangkit yang di Gunung Mas masih proses masuk ke sistem, jadi masih perlu ada manajemen beban infonya,” kata Kepala ULP PLN Buntok Vivin Aprianor, Sabtu, (8/8/2026).

Kegagalan memenuhi janji bebas pemadaman per 5 Agustus diakui PLN terjadi karena jumlah daya mampu produksi yang ada saat ini berada dalam posisi pas-pasan untuk menutupi total kebutuhan listrik warga.

“Iya, kondisi tanggal 5 ini kan kemaren sudah dijelaskan masih (status) siaga. (Jumlah pasokan) pas benar antara daya mampu sama kebutuhan masyarakat,” tambah Vivin.

Sementara itu, jajaran manajemen PLN Palangka Raya mengungkapkan penyebab utama terulangnya krisis daya yang melumpuhkan aktivitas warga di Kabupaten Barito Selatan dan sekitarnya tersebut.

BNPB Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca Tangani Karhutla Kalteng
Baca Juga

BNPB Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca Tangani Karhutla Kalteng

Kebocoran pada pemicu uap (boiler) PLTU TPI memaksa sistem kelistrikan regional kembali terlempar ke status siaga satu hari setelah tambahan daya dari Gunung Mas masuk.

“Gangguan tersebut menyebabkan kemampuan pasok sistem kelistrikan Kalselteng kembali menurun sehingga status sistem masih berada dalam kondisi siaga,” ujar Asisten Manajer UP3 PLN Palangka Raya Bidang Jaringan dan Konstruksi Sesen, Jumat, (7/8/2026).

Akibat ketidakmampuan pasok ini, skema pemadaman listrik bergilir terpaksa diberlakukan secara sepihak kepada sebagian besar pelanggan selama tujuh hari ke depan guna mengamankan jaringan dari risiko blackout total.

Masyarakat kini hanya diminta pasrah memantau jadwal penghentian arus listrik melalui aplikasi digital dan saluran aduan resmi milik perusahaan pelat merah tersebut.

(Tony)