Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Tengah

Tangani Karhutla, Kotawaringin Barat Dapat Tambahan Hibah Pusat Rp15 Miliar

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Kamis, 24 September 2026 · 10:192 menit baca
Tangani Karhutla, Kotawaringin Barat Dapat Tambahan Hibah Pusat Rp15 Miliar
Kotawaringin Barat peroleh tambahan hibah pusat Rp15 miliar untuk karhutla; total anggaran capai Rp22 miliar diprioritaskan bagi BBM armada dan jasa relawan. (Dok. Scroopy noppers/Via X)

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, mendapat suntikan dana hibah dari pemerintah pusat sebesar Rp15 miliar, Kamis, (24/9/2026).

Tambahan kucuran dana tersebut melengkapi alokasi Biaya Tidak Terduga (BTT) Pemerintah Kabupaten Kobar yang sebelumnya telah disiapkan senilai Rp7 miliar, sehingga total dukungan anggaran penanganan karhutla membengkak menjadi Rp22 miliar. Kesiapan pos anggaran darurat dari kas daerah diuraikan oleh Wakil Ketua I DPRD Kobar, Rudi Imam Gunawan.

“Biaya tak terduga pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat sebesar Rp 7 miliar sudah disiapkan setiap tahun dan ini kita alokasikan untuk karhutla,” kata Rudi Imam Gunawan, Rabu, (23/9/2026).

Pencairan bantuan fiskal dari pemerintah pusat pada awal September 2026 kemudian memperkuat daya dukung finansial tim satgas di lapangan. Total akumulasi anggaran penanggulangan karhutla di daerah dipaparkan lebih lanjut dalam keterangannya.

Temuan Benda Mirip Alat Pembakar di Lahan Kosong Diusut
Baca Juga

Temuan Benda Mirip Alat Pembakar di Lahan Kosong Diusut

“Alhamdulillah pada awal bulan September 2026 kemarin kita dapat bantuan hibah dari pemerintah pusat sebesar Rp 15 miliar untuk karhutla,” ujarnya.

Porsi belanja logistik terbesar dialokasikan untuk membiayai operasional armada mesin pemadam serta kompensasi tenaga kerja lapangan. Pos pembiayaan yang paling mendominasi diterangkan secara rinci dalam penjelasannya.

“Anggaran karhutla yang paling banyak terpakai itu untuk pembayaran jasa relawan dan BBM,” jelas Rudi.

Para personel sukarelawan yang diterjunkan memadamkan kobaran api diketahui berasal dari berbagai posko, rumah singgah, dan desa-desa di sekitar titik kebakaran.

Hujan, Helikopter, dan Koptagul di Langit Pontianak
Baca Juga

Hujan, Helikopter, dan Koptagul di Langit Pontianak

Sementara untuk kebutuhan ransum, air minum, multivitamin, hingga masker pelindung, operasional tim lapangan banyak ditopang oleh kepedulian swadaya masyarakat. Dukungan pasokan logistik konsumsi nonpemerintah diakui dalam penuturannya.

“Kalau untuk konsumsi makan minum, vitamin dan masker banyak bantuan dari masyarakat yang peduli terhadap satgas karhutla,” katanya.

Opsi penambahan anggaran lanjutan masih terbuka melalui koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri apabila eskalasi kebakaran lahan gambut kian memburuk hingga akhir September. Peluang pengajuan bantuan dana darurat berikutnya ditegaskan dalam pemaparannya.

“Kalau memang sampai akhir bulan ini tidak ada perubahan dan justru makin menjadi, kita boleh mengajukan bantuan anggaran lagi,” ujarnya.

Langkah koordinasi penanganan karhutla turut didorong oleh anggota DPR RI asal Kobar Bambang Purwanto bersama kementerian terkait, di samping adanya alokasi anggaran penanggulangan karhutla sekitar Rp40 miliar yang disiapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Kepastian kelancaran operasional pemadaman api di lapangan ditegaskan sebagai penutup pernyataannya.

“Dengan dukungan anggaran daerah dan pusat tersebut, penanganan karhutla di Kobar diharapkan dapat terus berjalan, terutama untuk memenuhi kebutuhan operasional relawan dan BBM,” pungkasnya.

(Tony)