Ratusan warga yang tergabung dalam Serikat Pemuda Desa bersama Aliansi Masyarakat Desa Kecamatan Batu Ampar menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Kubu Raya pada Senin (26/10/2026). Demonstrasi ini dilakukan untuk mendesak pemerintah dan instansi berwenang segera menyelesaikan lima persoalan krusial yang melumpuhkan wilayah pesisir, mulai dari pemadaman listrik berulang, kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), anjloknya harga kopra, maraknya aktivitas galian C, hingga kenaikan tarif angkutan air yang membebani masyarakat.
Aksi sempat diwarnai ketegangan akibat absennya Bupati Kubu Raya, Sujiwo, pada awal demonstrasi. Namun, suasana mencair setelah Bupati hadir dan memindahkan dialog ke Ruang Rapat Kantor DPRD Kubu Raya untuk membahas tuntutan warga secara terbuka bersama jajaran legislatif.

Dalam audiensi tersebut, Bupati Sujiwo secara tegas membatalkan kenaikan tarif angkutan air rute Rasau Jaya menuju Batu Ampar yang sebelumnya ditetapkan tanpa dasar keputusan resmi, serta mengembalikannya ke tarif normal sebesar Rp60 ribu per orang. Sujiwo mengakui lonjakan tarif tersebut dipicu oleh mahalnya harga BBM di tingkat pengecer akibat kelangkaan pasokan. Oleh karena itu, ia mendesak PT Pertamina untuk bertanggung jawab penuh.


