Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Demokrasi

Massa Aliansi Kalbar Revolusi Geruduk DPRD Provinsi Tuntut Tanggung Jawab Bencana Karhutla Kepada Gubernur

Hendrawan
Hendrawan
Sabtu, 24 Oktober 2026 · 00:012 menit baca
Massa Aliansi Kalbar Revolusi Geruduk DPRD Provinsi Tuntut Tanggung Jawab Bencana Karhutla Kepada Gubernur
Massa Aliansi Kalbar Revolusi Jilid 3 menggeruduk DPRD Kalbar menuntut Gubernur Ria Norsan bertanggung jawab atas bencana karhutla dan kabut asap. (Dok. Hendrawan/Nusantara Post)

Gelombang protes menuntut penyelesaian krisis kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat kembali memanas. Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Kalbar Revolusi Jilid 3 menggeruduk Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Barat setelah melakukan long march dari Bundaran Digulis pada Jumat (23/10/2026). Aksi yang membawa 20 masalah krusial ini sempat memanas saat massa berdialog langsung dengan Gubernur Ria Norsan dan Wakil Gubernur Krisantus.

TUNTUTAN SEMUA MASALAH DI INDONESIA INI SOLUSINYA ADALAH REVOLUSI.

  1. TUNTUTAN RAKYAT TIDAK PERNAH DILAKSANAKAN
  2. TIDAK ADA LANGKAH MITIGASI BENCANA ALAM
  3. KARHUTLA YANG DIRENCANA
  4. MBG MEMBUAT KERACUNAN MASSAL
  5. EKONOMI HANCUR
  6. KEBUTUHAN POKOK MENINGKAT
  7. GAJI PEKERJA KECIL DAN TIDAK ADA JAMINAN SERTA PERLINDUNGAN
  8. ANGGARAN BUZZER SEMAKIN MENINGKAT
  9. KESEHATAN TERANCAM
  10. PENDIDIKAN YANG TIDAK DIPRIORITASKAN
  11. SENTRALISASI KEKUASAAN
  12. OTONOMI DAERAH DILEMAHKAN
  13. KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME
  14. ALUR BIROKRASI YANG CARUT MARUT
  15. INFRASTRUKTUR POLITIK YANG BURUK MELAHIRKAN PEMIMPIN BUSUK
  16. INFRASTRUKTUR DASAR RUSAK
  17. KEBIJAKAN TANPA DASAR KAJIAN ILMIAH
  18. KRISIS AIR & BBM
  19. MELEGALKAN PENGGUSURAN PAKSA
  20. PERLUASAN KEWENANGAN TNI DAN POLRI

Datang Terlambat Hadapi Ratusan Massa Aksi Sikap Diam Wagub Kalbar Tuai Kritik
Baca Juga

Datang Terlambat Hadapi Ratusan Massa Aksi Sikap Diam Wagub Kalbar Tuai Kritik

Di hadapan barikade aparat dan para pejabat daerah, massa menyoroti tajam lambannya penanganan darurat kabut asap yang mencekik warga. Kekecewaan memuncak ketika Gubernur Kalbar berdalih bahwa masifnya kabut asap beberapa hari terakhir murni disebabkan oleh faktor angin. Pernyataan ini langsung ditepis keras oleh perwakilan massa aksi.

“Gubernur mengatakan bahwa kenapa kabut mulai masif lagi di hari ini adalah karena angin. Tetapi yang harus kita sadari, di daerah-daerah hulu di Sintang itu emang pekat sekali asapnya. Kita enggak bisa hanya menyalahkan angin tanpa upaya pencegahan dan penyelesaian,” tegas Pangestu, perwakilan massa Aliansi Kalbar Revolusi.

Pangestu menilai jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat tidak memiliki ketegasan dalam memberikan jaminan penyelesaian masalah kerakyatan, termasuk soal karhutla dan infrastruktur. Dialog yang nyaris berujung bentrok tersebut akhirnya membuat massa menarik diri kembali ke kawasan Digulis untuk melanjutkan orasi politiknya.

Meski belum ada kesepakatan konkret, pihak aliansi menegaskan tidak akan mundur. 

Setelah Tiga Hari Berdemo, Gubernur Kalbar Ria Norsan Akhirnya Temui Massa Mahasiswa
Baca Juga

Setelah Tiga Hari Berdemo, Gubernur Kalbar Ria Norsan Akhirnya Temui Massa Mahasiswa

“Tidak menutup kemungkinan besok, lusa, bahkan setiap hari kami akan melakukan aksi sampai apa yang kami tuntut bisa betul-betul tercapai,” ujar salah satu perwakilan massa menegaskan komitmen pergerakan mereka.

(Hendrawan)