Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Demokrasi

Setelah Tiga Hari Berdemo, Gubernur Kalbar Ria Norsan Akhirnya Temui Massa Mahasiswa

Roska Putra
Roska Putra
Jumat, 23 Oktober 2026 · 23:251 menit baca
Setelah Tiga Hari Berdemo, Gubernur Kalbar Ria Norsan Akhirnya Temui Massa Mahasiswa
Gubernur dan Wagub Kalbar berdialog dengan mahasiswa di Gedung DPRD untuk membahas penanganan karhutla, ketersediaan BBM, dan pemadaman listrik. (Dok. Adpim Kalbar)

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan dan Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan akhirnya menemui massa unjuk rasa setelah tiga hari gelombang aksi mahasiswa mengepung Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Jumat, (23/10/2026). Pertemuan terbuka tersebut menjadi ruang desakan bagi mahasiswa untuk menuntut kejelasan penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), gangguan pemadaman listrik, hingga kepastian penegakan hukum di wilayah tersebut.

Alasan di balik ketidakhadirannya pada aksi-aksi demonstrasi sebelumnya dipaparkan oleh Ria Norsan di hadapan massa. Dirinya mengklaim sedang memimpin rapat mitigasi bersama akademisi dan pakar gambut pada Rabu (21/10/2026), lalu dilanjutkan dengan agenda penerimaan penghargaan TPAKD Award 2026 di Jakarta pada Kamis (22/10/2026).

Kondisi sebaran titik api serta komitmen pemadaman di lapangan disampaikan oleh Gubernur di tengah kepungan asap.

Massa Aliansi Kalbar Revolusi Geruduk DPRD Provinsi Tuntut Tanggung Jawab Bencana Karhutla Kepada Gubernur
Baca Juga

Massa Aliansi Kalbar Revolusi Geruduk DPRD Provinsi Tuntut Tanggung Jawab Bencana Karhutla Kepada Gubernur

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama seluruh pihak terkait terus berupaya memadamkan sisa titik api agar penanganan karhutla dapat segera dituntaskan,” ujarnya.

Upaya penyelesaian krisis energi daerah terkait kelangkaan BBM dan pemadaman listrik dijabarkan lebih lanjut olehnya.

“Kami terus berkoordinasi untuk memastikan ketersediaan pasokan BBM dan mendorong perbaikan layanan kelistrikan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” katanya.

Aksi “Rakyat Kalbar Menggugat” di Bundaran Digulis Tuntut Usut Tuntas Kekerasan Demo Karhutla
Baca Juga

Aksi “Rakyat Kalbar Menggugat” di Bundaran Digulis Tuntut Usut Tuntas Kekerasan Demo Karhutla

Terkait dugaan tindakan kekerasan atau pelanggaran hukum yang terjadi selama rangkaian aksi unjuk rasa, Pemprov Kalbar menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara tersebut kepada aparat penegak hukum secara profesional.

"Gubernur dan Wagub Kalbar berdialog dengan mahasiswa di Gedung DPRD untuk membahas penanganan karhutla, ketersediaan BBM, dan pemadaman listrik."

Imbauan agar penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib disampaikan oleh Gubernur sebelum mengakhiri dialog bersama massa pengunjuk rasa.

(Roska)