Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan dan Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan akhirnya menemui massa unjuk rasa setelah tiga hari gelombang aksi mahasiswa mengepung Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Jumat, (23/10/2026). Pertemuan terbuka tersebut menjadi ruang desakan bagi mahasiswa untuk menuntut kejelasan penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), gangguan pemadaman listrik, hingga kepastian penegakan hukum di wilayah tersebut.
Alasan di balik ketidakhadirannya pada aksi-aksi demonstrasi sebelumnya dipaparkan oleh Ria Norsan di hadapan massa. Dirinya mengklaim sedang memimpin rapat mitigasi bersama akademisi dan pakar gambut pada Rabu (21/10/2026), lalu dilanjutkan dengan agenda penerimaan penghargaan TPAKD Award 2026 di Jakarta pada Kamis (22/10/2026).

Kondisi sebaran titik api serta komitmen pemadaman di lapangan disampaikan oleh Gubernur di tengah kepungan asap.



