Pertumbuhan kekuatan militer di kawasan Indo-Pasifik kian dinamis. Di tengah persiapan Indonesia menyambut kehadiran kapal induk pertamanya, KRI Sriwijaya (Eks-ITS Giuseppe Garibaldi), negara tetangga Australia secara resmi mengaktifkan dan mengoperasikan rudal siluman anti-kapal tingkat lanjut AGM-158C LRASM, Senin (21/9/2026).
Kepastian operasional tersebut diperoleh setelah Angkatan Udara Australia (RAAF) mendeklarasikan kemampuan operasional awal (Initial Operational Capability/IOC) untuk dua jenis amunisi presisi buatan Amerika Serikat, yaitu AGM-158C Long Range Anti-Ship Missile (LRASM) dan AGM-158B Joint Air-to-Surface Standoff Missile – Extended Range (JASSM-ER).
Deklarasi ini berdekatan dengan jadwal peresmian penamaan (shipnaming) dan pergantian bendera (reflagging) KRI Sriwijaya yang akan digelar pada 24 September 2026 mendatang.

AGM-158B JASSM-ER dan AGM-158C LRASM merupakan rudal jelajah udara ke permukaan jarak jauh Amerika Serikat yang dikembangkan oleh Lockheed Martin untuk menghantam target di laut seperti kapal perang bernilai tinggi bahkan termasuk kapal yang berada dalam kelompok tempur kapal induk.



