Pembalut yang dikenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11 persen menuai tanggapan dari warga. Anggun Permata Sari (24) menilai pembalut termasuk kebutuhan kesehatan perempuan yang seharusnya tidak dibebani harga mahal, Selasa (3/11/2026).
Anggun menyampaikan pendapatnya dengan menyinggung peluang pergerakan masyarakat terkait isu tersebut.
“Mungkin ni yee, kalau bikin pergerakan untuk masalah pembalut pasti ga bakalan di gubris karena yg di atas sana yang ngejabat [bodoh] semua. Apalagi perempuan selalu mereka remehin. Sumpah ga adil banget woi, kek pembalut tuh termasuk hal untuk kesehatan nda sih? Masa hal seperti pembalut yang membantu banget untuk perempuan harus di kasi harga mahal. Damn kalau haidpun di kasi harga, ku rasa perempuan yang melahirkan harus di beri penghargaan ketimbang ucapan selama sama makasih sih,” kata Anggun.
Anggun juga mengaitkan perlakuan terhadap pembalut dengan program keluarga berencana (KB). Menurut dia, pembalut digunakan semua perempuan setiap bulan sehingga layak mendapat keringanan.