Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

⁠Hukum

Gandeng Komnas HAM, Pemerintah Berkomitmen Usut Tuntas Insiden Kericuhan di Pidie

Roska Putra
Roska Putra
Sabtu, 7 November 2026 · 13:181 menit baca
Gandeng Komnas HAM, Pemerintah Berkomitmen Usut Tuntas Insiden Kericuhan di Pidie
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra dan Pangdam IM Brigjen TNI Mahesa Fitriadi memberikan keterangan pers terkait penanganan hukum insiden Pidie. (Dok. Kodam Iskandar Muda)

Proses penegakan hukum dan pengusutan tuntas terhadap insiden berdarah di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, yang merenggut satu korban jiwa serta menyebabkan 13 orang lainnya luka-luka, dipastikan berjalan secara menyeluruh.

Dalam konferensi pers di Gedung VVIP Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, Jumat (6/11/2026), pemerintah mengonfirmasi keterlibatan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI bersama Komnas HAM perwakilan Aceh untuk melakukan pemantauan serta penyelidikan bersama yang dijadwalkan mulai Minggu (8/11/2026).

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa penyelidikan difokuskan untuk mengungkap kronologi secara terang benderang, menggali fakta lapangan, serta memastikan penyebab pasti dari luka-luka yang dialami para korban.

“Pemerintah berkomitmen mengusut tuntas peristiwa yang terjadi pada 4 November 2026 tersebut,” ujar Yusril.

Hentikan Diskriminasi Spasial, DPD RI Gas Terus RUU Daerah Kepulauan
Baca Juga

Hentikan Diskriminasi Spasial, DPD RI Gas Terus RUU Daerah Kepulauan

Sejalan dengan proses tersebut, investigasi internal juga tengah bergulir guna mendalami prosedur pengamanan di lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan awal petugas di lapangan, penggunaan munisi selama penertiban diklaim berupa munisi hampa dan karet.

Hal ini menjadi salah satu poin utama yang terus didalami dalam proses verifikasi dan investigasi teknis.

Di samping penanganan hukum, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh spekulasi informasi yang belum terverifikasi.

Warga Sipil Jadi Taruhan, Pansus Papua Tagih Sikap Tegas Presiden untuk Hentikan Konflik
Baca Juga

Warga Sipil Jadi Taruhan, Pansus Papua Tagih Sikap Tegas Presiden untuk Hentikan Konflik

Tokoh masyarakat dan ulama juga diharapkan turut memberikan pemahaman agar dinamika pengibaran bendera lokal tidak lagi memicu bentrokan fisik yang merugikan semua pihak.

(roska)