Sab, 18/07/26 · 04.35.46
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Kelilingi Pontianak dengan Sepeda, Para Wali Kota se-Kalimantan Tebar Benih Ikan di Sungai Kapuas

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Sabtu, 23 Mei 2026 · 19:171 menit baca
Kelilingi Pontianak dengan Sepeda, Para Wali Kota se-Kalimantan Tebar Benih Ikan di Sungai Kapuas
Rombongan delegasi APEKSI Regional Kalimantan gowes bareng keliling Pontianak dan melakukan aksi tebar benih ikan di Sungai Kapuas sebagai simbol kepedulian lingkungan. (Dok. HO/TNP)

Sembilan perwakilan pemerintah kota yang tergabung dalam Komwil V APEKSI Regional Kalimantan mengisi agenda pagi di Pontianak dengan bersepeda bersama, Sabtu (23/5/2026). Rombongan delegasi dari Balikpapan, Banjarbaru, Banjarmasin, Bontang, Palangkaraya, Tarakan, Samarinda, Singkawang, dan tuan rumah Pontianak menyisir rute dari pusat kota menuju kawasan tepi sungai.

Dimulai dari kawasan Hotel Novotel, para peserta melintasi rute Jalan Ahmad Yani, Teuku Umar, hingga berakhir di waterfront Bank BNI. Kegiatan ini sengaja dirancang untuk memperlihatkan langsung penataan kawasan hijau dan kebersihan kota kepada para tamu dari luar daerah.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyebutkan bahwa selain berolahraga, agenda gowes ini merupakan cara untuk memperkenalkan wajah baru Pontianak.

“Para peserta bisa melihat langsung kondisi kota yang hijau dan tertata. Ini upaya kami memberikan kesan positif bagi tamu yang datang,” tuturnya.

Data Pemkot: 72 Persen Pelaku UMKM di Pontianak Didominasi Perempuan
Baca Juga

Data Pemkot: 72 Persen Pelaku UMKM di Pontianak Didominasi Perempuan

Di kawasan waterfront, agenda dilanjutkan dengan aksi lingkungan berupa penanaman pohon dan penaburan bibit ikan jelawat, patin, serta udang galah di Sungai Kapuas. Langkah ini menjadi simbol kolaborasi antar-pemerintah kota di Kalimantan dalam menjaga ekosistem perairan sungai yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat.

Setelah kegiatan fisik selesai, para delegasi dimanjakan dengan pesta kuliner tradisional. Berbagai hidangan khas seperti sate kuah, bubur pedas, chai kue, hingga roti cane disajikan sebagai bagian dari pengenalan potensi ekonomi kreatif lokal.

Uji Laboratorium DLH: Kualitas Air Parit di Pontianak Meningkat 50 Persen Usai Diberi Eco Enzyme
Baca Juga

Uji Laboratorium DLH: Kualitas Air Parit di Pontianak Meningkat 50 Persen Usai Diberi Eco Enzyme

Di balik kemeriahan agenda lapangan tersebut, para kepala daerah ini juga tetap membahas isu serius, khususnya terkait strategi menghadapi pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat. Forum ini menjadi wadah bagi kota-kota di Kalimantan untuk bertukar solusi agar pertumbuhan ekonomi daerah tetap stabil melalui berbagai inovasi mandiri.

(Dayank Ana)