Sel, 16/06/26 · 12.10.40
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Korsleting Listrik Kulkas Picu Kebakaran Rumah di Sungai Kakap Kubu Raya

Hendrawan
Hendrawan
Selasa, 16 Juni 2026 · 17:572 menit baca
Korsleting Listrik Kulkas Picu Kebakaran Rumah di Sungai Kakap Kubu Raya
Satu unit rumah di Dusun Merak, Desa Sungai Kakap, Kubu Raya hangus terbakar akibat korsleting listrik pada kulkas. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. (Dok. Polres Kubu Raya)

Satu unit bangunan rumah tinggal milik Haryono (52) yang terletak di Dusun Merak, RT 003/RW 009, Desa Sungai Kakap, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, hangus terbakar pada Selasa (16/6/2026) siang. Insiden yang terjadi sekira pukul 10.50 WIB tersebut diduga kuat dipicu oleh kegagalan sistem kelistrikan pada salah satu perangkat elektronik di area dapur.

Kapolsek Sungai Kakap Widiharso, melalui Kasubsie Penmas Polres Kubu Raya Ade, menjelaskan kronologi peristiwa bermula saat anak pemilik rumah tengah berada di dalam rumah untuk mengerjakan tugas kuliah secara daring di ruang tengah.

“Sekira pukul 10.50 WIB, anak kandung pemilik rumah sebenarnya sedang berada di dalam rumah, fokus mengerjakan tugas kuliahnya di ruang tengah. Ketenangannya pecah saat ia mendengar suara warga dari luar yang berteriak histeris meneriakkan kata kebakaran,” kata Ade dalam keterangan resminya, Selasa (16/6/2026).

Mendengar teriakan warga, anak korban segera memeriksa area bagian belakang rumah dan mendapati kobaran api sudah membesar dari titik penempatan lemari es.

Kejar Target UCJ 2026, Pemprov Kaltara Desak Percepatan Perlindungan Pekerja
Baca Juga

Kejar Target UCJ 2026, Pemprov Kaltara Desak Percepatan Perlindungan Pekerja

“Korban sempat melakukan upaya mandiri dengan menyiramkan air menggunakan ember seadanya. Namun, karena material di sekitar lokasi mudah terbakar, api justru dengan sangat cepat menyebar, membesar, dan mengepung ruangan,” tambah Ade.

Anak pemilik rumah kemudian menyelamatkan diri keluar bangunan dan langsung menghubungi pihak berwajib serta pemadam kebakaran.

Penyekatan Area dan Pengerahan Delapan Unit Damkar
Personel Polsek Sungai Kakap tiba di lokasi sekira pukul 11.00 WIB bersama delapan unit armada pemadam kebakaran gabungan untuk melakukan lokalisir area guna mencegah perambatan api ke pemukiman padat penduduk. Delapan tim yang dikerahkan meliputi Badan Pemadam Api Sungai Kakap, PKPS Desa Pal Sembilan, Damkar Kapuas, Damkar Merdeka, Damkar Sepakat, Damkar Bhakti Sungai Beliung, Damkar Bala Komando, dan PMI Kota Pontianak.

Ade menegaskan, pengerahan personel kepolisian di Tempat Kejadian Perkara (TKP) difokuskan pada sterilisasi jalur dan pengamanan aset korban.

Rumah Kosong di Pal Sembilan Kubu Raya Hangus Terbakar, Diduga Korsleting di Dapur
Baca Juga

Rumah Kosong di Pal Sembilan Kubu Raya Hangus Terbakar, Diduga Korsleting di Dapur

“Tujuan utama pihak kepolisian hadir di TKP adalah untuk mengamankan lokasi kebakaran, memastikan jalur evakuasi dan pergerakan armada pemadam kebakaran tidak terhambat oleh kerumunan warga, serta mengantisipasi terjadinya potensi penjarahan barang-barang milik korban di tengah situasi chaos,” tegas Ade.

Hasil Olah TKP Awal
Amuk si jago merah akhirnya berhasil dipadamkan secara total pada pukul 11.35 WIB setelah penanganan intensif dari tim gabungan. Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut, sementara total nilai kerugian materiil masih dalam proses pendataan.

Berdasarkan hasil olah TKP awal dan pemeriksaan saksi oleh jajaran Polsek Sungai Kakap, indikasi penyebab kebakaran mengarah pada hubungan pendek arus listrik.

“Kebakaran satu unit rumah warga ini diduga kuat akibat adanya korsleting arus listrik pada kabel kulkas di dapur milik korban. Percikan api dari hubungan pendek arus listrik tersebut yang kemudian memicu kebakaran hebat ini,” pungkas Ade.

Pasca-insiden tersebut, Polres Kubu Raya mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar melakukan pengecekan secara berkala terhadap kelayakan instalasi listrik internal dan penggunaan alat elektronik guna meminimalisasi risiko kebakaran serupa.

(Hendrawan)