Perubahan iklim global dilaporkan mulai berdampak pada fluktuasi ketersediaan logistik pangan alami satwa endemik di dalam kawasan hutan primer Kalimantan Barat. Yayasan Palung mengonfirmasi adanya penurunan intensitas produktivitas pohon buah musiman yang menjadi sumber makanan utama bagi ribuan individu orangutan di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Palung (TNGP).
Meski demikian, otoritas riset mencatat fenomena berkurangnya pasokan pangan akibat anomali cuaca tersebut sejauh ini masih bersifat musiman dan belum memberikan pengaruh permanen terhadap struktur perilaku maupun populasi satwa. Berdasarkan basis data survei terbaru, jumlah populasi orangutan di dalam benteng konservasi TNGP saat ini dilaporkan masih berada di angka stabil, yakni berkisar 2.500 individu.

Informasi ekologis tersebut dipaparkan Research Director Yayasan Palung, Tri Wahyu, di sela-sela agenda Kuliah Umum dan Seremonial Penerima Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan Barat di Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (Untan), Senin (6/7/2026).
