Sen, 06/07/26 · 19.14.25
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Menuju Pemilu 2029, Data Pemilih Kalbar Semester I 2026 Tembus 4,1 Juta Jiwa, Didominasi Milenial dan Gen Z

Hendrawan
Hendrawan
Selasa, 7 Juli 2026 · 00:573 menit baca
Menuju Pemilu 2029, Data Pemilih Kalbar Semester I 2026 Tembus 4,1 Juta Jiwa, Didominasi Milenial dan Gen Z
KPU Kalbar mengesahkan PDPB Semester I 2026 sebanyak 4.121.703 pemilih. Komposisi demografi menuju Pemilu 2029 didominasi kelompok Milenial dan Gen Z. (Dok. Hendrawan/Nusantara Post)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Barat mengesahkan rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Tingkat Provinsi Semester I Tahun 2026. Agenda tersebut berlangsung di Aula KPU Provinsi Kalbar pada Senin (6/7/2026) sebagai bagian dari pemutakhiran data pemilih menjelang pelaksanaan Pemilu 2029.

Rapat pleno terbuka tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimda Kalimantan Barat, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalbar, Komunitas Disabilitas, Kepolisian, Perwakilan Kodam, serta jajaran 14 KPU Kabupaten/Kota.

Demografi Pemilih: Dominasi Milenial dan Gen Z
Berdasarkan data yang disahkan, total pemilih di Kalimantan Barat untuk Semester I Tahun 2026 tercatat 4.121.703 jiwa. Secara rinci, komposisi terdiri atas pemilih laki-laki sebanyak 2.102.362 jiwa (51,01%), sedangkan pemilih perempuan mencakup 2.019.341 jiwa (48,99%). Seluruh pemilih ini tersebar di 14 kabupaten/kota, 174 kecamatan, dan 2.145 desa/kelurahan.

KPU dan Kejaksaan se-Kalbar Sepakati Kerja Sama Pengawalan Hukum Pemilu
Baca Juga

KPU dan Kejaksaan se-Kalbar Sepakati Kerja Sama Pengawalan Hukum Pemilu

Ketua KPU Kalbar, Muhammad Syarifuddin Budi, mengungkapkan bahwa pergerakan data pemilih di Kalbar menunjukkan grafik pertumbuhan. Jika disandingkan dengan data PDPB Semester II Tahun 2025 yang tercatat 4.073.017 pemilih, terdapat kenaikan sebesar 1,22% atau bertambah sebanyak 48.686 pemilih. Sementara jika dibandingkan dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada 2024, pertumbuhannya sebesar 4,16%.

Syarifuddin Budi menjelaskan bahwa pergeseran demografi pemilih di Kalbar saat ini didominasi oleh generasi muda. Berdasarkan tahun lahir, kelompok Milenial (1981–1996) menjadi yang terbesar dengan 1.392.158 pemilih (33,78%), diikuti oleh Generasi Z (1997–2009) sebanyak 1.221.323 pemilih (29,63%).

Di posisi berikutnya, Generasi X (1965–1980) mencatatkan 1.024.324 pemilih (24,85%), Baby Boomer (1946–1964) sebanyak 437.700 pemilih (10,62%), dan Pre-Boomer (<1945) sebanyak 46.198 pemilih (1,12%).

“Proses perubahan dan pertumbuhan data itu dapat disaksikan masyarakat karena setiap 3 bulan selalu di-updating di tingkat kabupaten/kota, dan setiap 6 bulan di tingkat provinsi dan KPU RI,” ujar Syarifuddin Budi saat diwawancarai.

Menuju Pemilu 2029, KPU Siapkan Dapil Khusus IKN untuk Pemilihan DPD dan DPR
Baca Juga

Menuju Pemilu 2029, KPU Siapkan Dapil Khusus IKN untuk Pemilihan DPD dan DPR

Ia menambahkan mengenai pertumbuhan pemilih muda tersebut dalam kaitannya dengan pelaksanaan tahapan sosialisasi kedepan.

“Poin pentingnya adalah pertumbuhan pemilih muda yang luar biasa menjelang Pemilu 2029. Hal ini menggambarkan bahwa proses sosialisasi serta pendidikan pemilih yang dilakukan oleh jajaran KPU, pemerintah, hingga partai politik harus jauh lebih masif dan terarah demi menghadirkan kualitas demokrasi yang lebih baik,” tambahnya.

Selain aspek usia, KPU Kalbar juga mendata kelompok pemilih disabilitas dengan total 20.353 jiwa. Jumlah tersebut mencakup disabilitas fisik (7.993), mental (3.471), wicara (3.099), sensorik netra (3.091), intelektual (1.629), dan sensorik rungu (1.070).

Sinergi Pengawasan: Bawaslu Terapkan Uji Petik Lapangan
Di sisi pengawasan, Bawaslu Kalbar melakukan pemantauan validitas data pemilih melalui pengawasan melekat dan metode uji petik. Anggota Bawaslu Kalbar sekaligus Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, Yosef Harry Suyadi, mengonfirmasi tindak lanjut atas rekomendasi pengawas di tingkat daerah.

“Puji Tuhan, sejauh ini kolaborasi antarlembaga antara Bawaslu dan KPU di tingkat kabupaten dan kota di Kalimantan Barat berjalan baik. Bawaslu juga melakukan pengawasan ketat terkait data pemilih ini,” kata Yosef Harry Suyadi.

Musda IV Demokrat Jateng, AHY: Rapatkan Barisan, Bangun Kekuatan, Rebut Kemenangan 2029
Baca Juga

Musda IV Demokrat Jateng, AHY: Rapatkan Barisan, Bangun Kekuatan, Rebut Kemenangan 2029

Yosef menjelaskan bahwa pengawasan Bawaslu melalui skema uji petik di lapangan diarahkan untuk memperbarui status hak pilih warga secara faktual.

“Kami mempunyai bentuk pengawasan uji petik. Teman-teman Bawaslu melakukan pengolahan data untuk memastikan apakah masyarakat di lapangan terdaftar atau tidak. Sebagai contoh, memastikan status masyarakat yang sudah menjadi TNI atau yang dari TNI kembali menjadi masyarakat sipil agar hak pilihnya tercatat dengan benar. Sejauh ini, data yang masuk ke pleno sesuai dan sudah ditindaklanjuti oleh KPU,” pungkasnya.

(Hendrawan)