Sen, 06/07/26 · 19.17.54
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Krisis Ganda Pasokan Listrik-Air Mencekik RSUD dr. Agoesdjam, Manajemen Desak Status Prioritas PLN

Hendrawan
Hendrawan
Senin, 6 Juli 2026 · 23:582 menit baca
Krisis Ganda Pasokan Listrik-Air Mencekik RSUD dr. Agoesdjam, Manajemen Desak Status Prioritas PLN
RSUD dr. Agoesdjam Ketapang mengalami krisis ganda akibat pemadaman listrik PLN dan macetnya air PDAM. Manajemen desak status prioritas demi keselamatan pasien. (Dok. RSUD dr. Agoesdjam)

Krisis energi akibat pemadaman listrik bergilir di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, kini mulai mengancam stabilitas layanan medis vital di RSUD dr. Agoesdjam Ketapang. Menghadapi kelumpuhan pasokan listrik terpusat sekaligus macetnya distribusi air bersih, manajemen rumah sakit bergerak cepat mendesak PT PLN (Persero) untuk memberikan status prioritas distribusi daya demi menjamin keselamatan pasien.

Langkah diplomasi ini diambil setelah operasional fasilitas kesehatan pelat merah tersebut terpasung oleh krisis ganda. Selama pemadaman bergilir yang berlangsung berkisar antara 5 hingga 7 jam, RSUD dr. Agoesdjam terpaksa menguras sumber daya internal demi mengoperasikan genset berkapasitas besar, yang menghabiskan sedikitnya tiga drum solar dalam sekali siklus pemadaman.

Pelaksana Harian (Plh) Direktur RSUD dr. Agoesdjam Ketapang, Yulia Ningsih, menegaskan bahwa pasokan energi dan air bersih merupakan dua instrumen fundamental yang menentukan hidup-mati pelayanan rumah sakit. Pihaknya berharap PLN dapat memberikan pengecualian atau meminimalisasi durasi pemadaman di area faskes.

“Kami berharap rumah sakit mendapat layanan prioritas. Kalaupun harus terkena pemadaman, jangan terlalu lama, maksimal satu jam,” ujar Yulia dengan tegas pada Senin (6/7/2026).

Cuaca Ekstrem Ganda, BNPB Laporkan Kekeringan di Jawa dan Banjir di Sumatra
Baca Juga

Cuaca Ekstrem Ganda, BNPB Laporkan Kekeringan di Jawa dan Banjir di Sumatra

Guna memperkuat desakan ini, manajemen RSUD dr. Agoesdjam tengah menyusun surat resmi kepada PLN yang juga ditembuskan langsung kepada Bupati Ketapang. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan serta keselamatan pasien yang fluktuasi jiwanya bergantung pada alat-alat medis berteknologi tinggi.

Dampak Nyata: Pembengkakan Logistik Solar hingga Kelangkaan Air RO
Meski pelayanan diklaim tetap berjalan normal berkat sistem otomatisasi genset yang mampu menyala dalam waktu lima detik pasca-putusnya arus PLN, tekanan terhadap logistik internal rumah sakit terus membubung. Ketergantungan pada alat daya alternatif ini memicu lonjakan signifikan pada kebutuhan bahan bakar. Sebagai langkah mitigasi jangka pendek, manajemen kini terpaksa menaikkan stok cadangan solar menjadi empat hingga lima drum.

Kondisi operasional kian pelik lantaran pemadaman listrik turut melumpuhkan suplai air bersih dari PDAM setempat. Guna mencegah berhentinya layanan hemodialisis (cuci darah) yang berbasis pengolahan air sistem reverse osmosis (RO) serta operasional ruang intensif (ICU) dan kamar bedah, pihak rumah sakit harus memobilisasi sedikitnya 10 tangki air bersih hingga larut malam.

Yulia menjelaskan bahwa rentetan peralatan medis berisiko tinggi seperti ventilator, monitor jantung, hingga infusion pump di ruang ICU sangat sensitif terhadap stabilitas daya listrik. Gangguan sekecil apa pun pada sistem penunjang ini dapat berakibat fatal.

Kemarau Picu Karhutla dan Kekeringan di Sejumlah Wilayah, BNPB Perketat Mitigasi
Baca Juga

Kemarau Picu Karhutla dan Kekeringan di Sejumlah Wilayah, BNPB Perketat Mitigasi

Sebagai langkah antisipasi di hilir, pihak rumah sakit mengimbau keluarga pasien yang berada di area perawatan untuk memperketat penggunaan air bersih. Manajemen berkomitmen untuk terus mengupayakan solusi terbaik di tengah keterbatasan intermiten ini.

“Kami mohon pengertian masyarakat apabila terjadi kendala pasokan air. Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin agar pelayanan kepada pasien tetap berjalan dengan baik,” pungkas Yulia.

(Hendrawan)