Dugaan kasus kekerasan seksual oleh eks Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Untan belum menjumpai titik terang, kini kembali Untan disambangi persoalan dugaan kekerasan seksual berbasis elektronik kembali mencuat di lingkungan Untan. Seorang mahasiswa berinisial RYP, yang diketahui merupakan mahasiswa Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) angkatan 2025, diduga menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk merekayasa foto sejumlah mahasiswi menjadi konten vulgar (deepfake).
Kasus ini menjadi sorotan luas setelah sejumlah korban bersuara di platform media sosial TikTok dan X. Para korban mengaku foto mereka yang diambil dari akun pribadi, seperti Instagram dan Google Drive, dimanipulasi menggunakan AI generator hingga menjadi konten vulgar. Korban diduga tidak hanya berasal dari lingkungan internal kampus, melainkan juga teman sekolah menengah pelaku hingga mahasiswa dari luar Kalimantan Barat.
Menteri Hak Asasi Mahasiswa (HAM) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Untan, Kemal, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima aduan mengenai kasus tersebut sejak awal pekan.
“Mengenai kasus pelecehan seksual yang terjadi di Universitas Tanjungpura itu sudah sampai di telinga BEM Untan sejak hari Senin. Pelaku adalah mahasiswa Biologi yang berada di angkatan 25,” ujar Kemal saat diwawancarai, Kamis (14/5/2026).
