Dua tahun vakum bukan waktu yang sebentar bagi sebuah organisasi olahraga. Tapi Sabtu (2/5/2026), PELTI Kubu Raya memulai babak baru.
Musyawarah Kabupaten (Muskab) Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (PELTI) Kabupaten Kubu Raya masa bakti 2026–2030 resmi bergulir di Hotel Dangau, dibuka langsung oleh Sekretaris Umum PELTI Kalimantan Barat, Mei Purwowidodo.
Hadir dalam kesempatan itu Sekretaris Umum KONI Kubu Raya dan Kepala Bidang Olahraga Disporapar Kubu Raya dua pihak yang kehadirannya bukan sekadar formalitas, melainkan sinyal bahwa kebangkitan tenis di Kubu Raya memang dinantikan banyak pihak.
Ketua panitia Muskab, Gatot Suniardi, sejak awal menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar agenda organisasi rutin. Ada semangat yang lebih besar di baliknya.
“Dengan mengusung tema Sukses Penyelenggara, Sukses Prestasi, kami berharap Muskab ini menjadi titik awal kebangkitan PELTI Kubu Raya,” ujarnya.
Sesuai AD/ART PELTI, hak suara dalam Muskab dipegang oleh klub-klub tenis yang bernaung di wilayah Kubu Raya.
Sekretaris Umum KONI Kubu Raya mengingatkan bahwa Porprov Kalimantan Barat dijadwalkan berlangsung November 2026 artinya kepengurusan baru tidak punya banyak waktu untuk berleha-leha.
Ia menegaskan, legalitas kepengurusan yang sah menjadi syarat mutlak agar PELTI Kubu Raya bisa mengakses dana pembinaan dari Pemerintah Kabupaten.

Dari sisi pemerintah daerah, Kepala Bidang Olahraga Disporapar Kubu Raya, Budi Mulyono, menyampaikan kabar yang cukup menggembirakan bagi para atlet. Pemerintah daerah, sesuai arahan Bupati Sujiwo, serius menyiapkan bonus bagi atlet berprestasi termasuk dari cabang tenis.
Di kursi ketua, tidak ada persaingan. Hanya satu nama yang masuk dalam daftar kandidat: Harmawan, yang saat ini juga menjabat sebagai Direktur Utama PDAM Kubu Raya.
Dengan begitu, Harmawan dipastikan terpilih secara aklamasi memimpin PELTI Kubu Raya untuk periode 2026–2030.
Mei Purwowidodo mengingatkan bahwa pekerjaan rumah kepengurusan baru tidaklah ringan. Setelah dua tahun organisasi berjalan di tempat, pembinaan atlet harus segera dirancang secara sistematis mulai dari usia dini hingga berjenjang dan kompetisi harus digelar secara rutin.
“Tanpa pembinaan yang sistematis dan kompetisi yang teratur, prestasi tidak akan tercapai. Padahal, Kubu Raya memiliki potensi atlet tenis yang sangat menjanjikan,” tegasnya.
Muskab ini diharapkan bukan hanya menjadi seremonial pergantian pengurus, tapi benar-benar menjadi titik balik bagi tenis lapangan Kubu Raya yang potensinya, menurut banyak pihak, belum pernah benar-benar dimaksimalkan.
(Rudi)