Sen, 15/06/26 · 08.19.27
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Penegakan Aturan SMKK, Proyek Sekolah Rakyat Kalbar Padukan Sistem Insentif dan Cek Fisik

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Sabtu, 13 Juni 2026 · 16:122 menit baca
Penegakan Aturan SMKK, Proyek Sekolah Rakyat Kalbar Padukan Sistem Insentif dan Cek Fisik
Manajemen proyek Sekolah Rakyat Pontianak menerapkan pengawasan SMKK berlapis lewat program Reward HSE, pemeriksaan berkala Fit To Work, dan inspeksi teknis lapangan. (Dok. WIKA – CIPTA – WEGE KSO)

Manajemen proyek pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Kalimantan Barat Site Pontianak memperketat pengawasan lapangan melalui penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK). Langkah ini dilakukan melalui kombinasi program penghargaan (Reward HSE), pengawasan teknis pekerjaan risiko tinggi, serta pemeriksaan kesehatan berkala bagi para pekerja di proyek yang digarap oleh WIKA – CIPTA – WEGE KSO tersebut.

Site Manager HSE Sekolah Rakyat Provinsi Kalimantan Barat Site Pontianak, Melva, menjelaskan bahwa aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi prioritas utama yang diterapkan secara konsisten dalam manajemen proyek.

“Komitmen ini dilakukan untuk memastikan seluruh pekerja dapat bekerja dengan aman, sehat, dan produktif sehingga target mutu, waktu, dan biaya proyek dapat tercapai tanpa mengabaikan keselamatan kerja,” kata Melva.

Sebagai instrumen stimulan penegakan disiplin, manajemen meluncurkan program pemberian Reward HSE kepada mandor dan staf. Program ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen, kepedulian, dan konsistensi dalam menerapkan budaya K3 di lingkungan proyek, serta bertujuan meningkatkan motivasi seluruh pekerja agar selalu mengutamakan keselamatan, mematuhi prosedur yang aman, serta berperan aktif dalam menerapkan lingkungan kerja yang aman.

Ketum PWI Pusat Akhmad Munir Dijadwalkan Hadir dan Buka OKK PWI Kalbar
Baca Juga

Ketum PWI Pusat Akhmad Munir Dijadwalkan Hadir dan Buka OKK PWI Kalbar

Melalui pemberian penghargaan ini, manajemen memproyeksikan terciptanya budaya kerja yang positif dan kesadaran bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Reward HSE juga menjadi sarana untuk mendorong kompetisi yang sehat antar-mandor dan staf dalam menjaga disiplin penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), pelaksanaan Safety Morning Talk (SMT), Tool Box Meeting (TBM), kepatuhan terhadap izin kerja, serta penerapan standar SMKK.

“Keselamatan bukan hanya kewajiban, tetapi budaya yang harus dibangun bersama. Melalui Reward HSE ini, kami ingin memberikan penghargaan kepada para pekerja yang telah menjadi teladan dalam penerapan K3 di proyek,” tegas Melva.

Di samping program apresiasi, pengawasan fisik harian di lapangan diperketat melalui prosedur Fit To Work (FTW) pada pagi dan malam hari sebelum tenaga kerja memasuki site.

Diskusi Publik Selasar Nusantara Peringatkan Bahaya Adu Cepat Algoritma terhadap Kualitas Informasi Publik
Baca Juga

Diskusi Publik Selasar Nusantara Peringatkan Bahaya Adu Cepat Algoritma terhadap Kualitas Informasi Publik

“Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan kondisi fisik dan mental pekerja dalam keadaan sehat dan layak bekerja. Melalui FTW, pekerja yang mengalami kelelahan, sakit, atau kondisi yang berpotensi memengaruhi aktivitas kerja dapat segera ditangani sebelum memasuki area kerja,” jelas Melva.

Selain kesiapan fisik, standardisasi teknis juga diberlakukan pada sektor pekerjaan dengan bentang struktur tinggi. Setiap pekerja di ketinggian diwajibkan menggunakan full body harness, lifeline, dan APD lengkap lainnya sesuai standar PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Pengendalian risiko struktural juga dilakukan melalui inspeksi scaffolding (perancah) secara rutin oleh petugas kompeten untuk memeriksa kondisi struktur, platform kerja, akses, handrail, hingga toe board sebelum dinyatakan layak pakai.

Untuk menyelaraskan rencana kerja harian, aktivitas di lokasi proyek diawali dengan kegiatan SMT setiap pukul 07.30 WIB yang diikuti oleh seluruh pekerja, staf, mandor, subkontraktor, dan manajemen. Sementara bagi tenaga kerja baru, diwajibkan mengikuti fase Safety Induction guna memahami regulasi proyek, jalur evakuasi, titik kumpul, penggunaan APD, dan prosedur pelaporan.

Pada aspek pemenuhan gizi untuk menunjang kebugaran pekerja dengan aktivitas fisik tinggi, manajemen menyuplai program extra fooding berupa tambahan makanan dan minuman bergizi.

“Program ini bertujuan untuk membantu menjaga stamina pekerja, terutama pada pekerjaan yang membutuhkan aktivitas fisik tinggi, sehingga risiko kelelahan kerja dapat diminimalkan,” pungkas Melva.

(Hendrawan)