Kam, 30/07/26 · 08.27.58
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Utara

Akses Jalan Rusak dan Cuaca Buruk Hambat Pasokan Bantuan Longsor Krayan Selatan

Memei
Memei
Kamis, 30 Juli 2026 · 12:491 menit baca
Akses Jalan Rusak dan Cuaca Buruk Hambat Pasokan Bantuan Longsor Krayan Selatan
Bantuan korban longsor Krayan Selatan tertahan akibat jalan darat rusak parah dan cuaca buruk. Masa tanggap darurat diajukan perpanjangan. (Dok. Ist)

Bencana tanah longsor di Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, masih mengisolasi warga setempat akibat rusaknya akses jalan darat dan tingginya kendala distribusi bantuan logistik.

Masa status tanggap darurat yang sebelumnya ditetapkan selama 14 hari, yakni sejak 15 hingga 28 Juli 2026, telah berakhir tanpa pemulihan akses yang signifikan.

Kondisi lapangan yang diperparah cuaca buruk dan keterbatasan armada penerbangan memicu pengajuan perpanjangan masa tanggap darurat selama dua pekan ke depan.

“Kami sudah menyusun laporan kegiatan dan permohonan untuk perpanjangan status darurat,” kata Kasubid Penyelamatan dan Kedaruratan BPBD Nunukan Hasanuddin, Selasa, (28/7/2026).

Longsor Putus Akses 1.507 Warga Krayan Selatan, Pemkab Nunukan Tetapkan Status Tanggap Darurat
Baca Juga

Longsor Putus Akses 1.507 Warga Krayan Selatan, Pemkab Nunukan Tetapkan Status Tanggap Darurat

Penyaluran pasokan bahan pokok lewat jalur udara sejauh ini baru terealisasi sebanyak dua sorti penerbangan ke wilayah terdampak.

Penumpukan logistik terjadi di posko utama dengan jumlah mencapai lebih dari empat ton bantuan yang masih tertahan menunggu ketersediaan jadwal penerbangan.

“Penanganan darurat masih belum berjalan maksimal karena kendala distribusi, kondisi cuaca, dan jadwal pesawat yang masih terus kami upayakan bersama BNPB,” ujar Hasanuddin.

Lumpuhnya ruas jalan darat membuat opsi pengiriman bantuan sepenuhnya bergantung pada moda transportasi udara meski dengan kapasitas angkut yang sangat terbatas.

Puncak Kemarau Tiba, Kebakaran Hutan dan Lahan Meluas di Sejumlah Daerah
Baca Juga

Puncak Kemarau Tiba, Kebakaran Hutan dan Lahan Meluas di Sejumlah Daerah

“Karena kondisi jalan yang semakin rusak, kita tidak menunggu jalan baik untuk distribusi. Kita terus upayakan distribusi lewat udara langsung ke Krayan Selatan,” tegasnya.

Perbaikan titik-titik kerusakan infrastruktur jalan masih sebatas koordinasi lintas instansi antara pemerintah kabupaten dan pihak provinsi.

“Kalau kita lihat, akses darat memang sangat dibutuhkan. Makanya kami terus berkoordinasi untuk mendorong percepatan penanganan jalan yang rusak,” jelas Hasanuddin.

Terisolasinya wilayah Krayan Selatan mempertegas buruknya konektivitas antarwilayah yang menjadi kendala utama tiap kali terjadi bencana alam.

Skema perpanjangan status darurat dinilai menjadi satu-satunya legalitas teknis agar upaya penanganan dan penyaluran bantuan tidak terhenti di tengah jalan.

“Jika status tanggap darurat berakhir sementara persoalan tersebut belum teratasi, penanganan di lapangan berisiko kembali terbentur kendala yang sama,” pungkasnya.

(Memei)