Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Ganasnya Abrasi Jadikan SDN 12 Kuala Karang Sebagai Puing Tugu Kenangan di Bibir Pantai

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Jumat, 1 Mei 2026 · 18:141 menit baca
Ganasnya Abrasi Jadikan SDN 12 Kuala Karang Sebagai Puing Tugu Kenangan di Bibir Pantai
SDN 12 Kuala Karang di Kubu Raya yang kini terbengkalai setelah disapu abrasi pantai. Tanpa adanya kepastian pembangunan gedung baru, anak-anak desa terpaksa mengungsi dan berbagi ruang belajar di gedung SMP setempat. (Foto: Fatoni/Nusantara Post)

Pendar mentari jatuh pada puing-puing gedung kuning di bibir pantai Kuala Karang, Kabupaten Kubu Raya. Bangunan yang tiga tahun silam masih berdiri kokoh merupakan satu-satunya sekolah dasar di desa ini sebelum akhirnya direnggut abrasi. 

Akses jalan yang menghubungkan antara kantor Desa dan sekolah kini putus, bangunan yang terletak di tepi pantai habis rata, tersisa lantai yang retak dan patah.

Di dalam ruangan yang tak lagi utuh lainnya, buku-buku berserakan di dalam perpustakaan meski beberapa masih tertata dalam lemari layaknya seperti sisa rutinitas yang tertinggal.

Dukung Pendidikan, Muhammadiyah dan Polres Kubu Raya Salurkan Alat Tulis di Desa Limbung
Baca Juga

Dukung Pendidikan, Muhammadiyah dan Polres Kubu Raya Salurkan Alat Tulis di Desa Limbung

Sebatang pohon utuh dengan akar yang masih menempel tergeletak juga di dalam perpustakaan. Meja dan bangku masih tersisa di antara buku-buku yang berhamburan di lantai.

Rumput di halaman sekolah mulai meninggi. Lumpur kering masih menutupi lantai. Bangunan yang dulu menghadap ke arah debur ombak kini hanya menyisakan kenangan.

Begitulah pemandangan yang tersaji saat tim jurnalis Nusantara Post dan Koalisi Rimpang Borneo menjejaki tempat itu Minggu, (26/4/2026). Kondisi ini memaksa para siswa harus bertahan di tengah keterbatasan fasilitas yang ada.

Sambut 1.291 Mahasiswa Baru, Wali Kota Tegaskan Posisi Pontianak Jadi Kota Pendidikan
Baca Juga

Sambut 1.291 Mahasiswa Baru, Wali Kota Tegaskan Posisi Pontianak Jadi Kota Pendidikan

“Belum ada pembangunan sekolah baru untuk anak SD, jadi mereka sekarang sekolahnya gabung sama anak SMP,” ujar Lia, warga Kuala Karang yang kami temui sore itu.

Saat ini, anak-anak SDN 12 Kuala Karang harus berbagi ruang belajar dengan siswa SMP setelah abrasi menggerus sekolah mereka. Meski ruang itu hilang, asa kecil mereka tak ikut hilang hanya berpindah tempat.

Tak ada lagi tawa dan lari-larian anak-anak disana. Yang terisa hanya kesunyian yang menyapa diantara puing-puing terbengkalai seolah berhenti sejenak dari riuh yang dahulu pernah mengisinya.

(Dayank Ana Sebalu)