Sen, 06/07/26 · 16.58.49
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Truk Patah As Sumbat Jembatan Kapuas Dua, Jalur Trans Kalimantan Lumpuh

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Senin, 6 Juli 2026 · 16:542 menit baca
Truk Patah As Sumbat Jembatan Kapuas Dua, Jalur Trans Kalimantan Lumpuh
Truk mengalami patah as roda di pangkal Jembatan Kapuas Dua Kubu Raya. Jalur Trans Kalimantan lumpuh total hingga Senin siang akibat evakuasi terhambat. (Dok. Polres Kubu Raya)

Kelalaian teknis armada angkutan barang berukuran besar kembali memicu kelumpuhan total pada urat nadi logistik lintas kabupaten di Kalimantan Barat. Akses vital Jalan Trans Kalimantan yang menghubungkan wilayah Sungai Raya dan Sungai Ambawang mengalami kemacetan panjang akibat satu unit truk kontainer mengalami patah as roda tepat di bawah pangkal Jembatan Kapuas Dua, Minggu (5/7/2026).

Hingga Senin (6/7/2026) siang, armada berat dengan posisi miring tersebut belum berhasil dievakuasi dari badan jalan. Kendaraan yang menyumbat arus dari arah Bundaran Mayor menuju Sungai Ambawang ini memicu efek domino kemacetan masif, mengunci pergerakan kendaraan ekspedisi lain serta kendaraan pribadi yang hendak keluar maupun masuk kota.

Kepolisian Resor Kubu Raya mengonfirmasi bahwa penumpukan kendaraan di lajur sempit tersebut tidak dapat dihindari karena posisi truk menutup sebagian besar ruang pacu tanjakan jembatan.

“Kami dari Polres Kubu Raya sebenarnya sudah berusaha maksimal dengan menempatkan tujuh personel setiap hari untuk mengatur lalu lintas di kawasan tersebut. Tetapi harus diakui, itu bukanlah solusi jangka panjang untuk mengatasi akar persoalannya,” ujar Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Ade, Senin (6/7/2026).

Gagal Menyalip di Jalan Trans Kalimantan, Pemotor Tewas Tertabrak Truk Tangki
Baca Juga

Gagal Menyalip di Jalan Trans Kalimantan, Pemotor Tewas Tertabrak Truk Tangki

Keterbatasan Personel dan Evaluasi Kelayakan Armada Ekspedisi
Otoritas kelancaran lalu lintas jalan raya menyatakan, skema penempatan personel di lapangan terbukti keteteran apabila dihadapkan pada kendala mogoknya kendaraan berat di atas struktur jembatan bentang panjang tersebut. Faktor kelaikan uji kendaraan (KIR) dari pengusaha ekspedisi kini menjadi sorotan utama.

“Jika ada kendaraan yang macet atau mogok di atas jembatan, tujuh personel itu tentu sangat kurang untuk mengurai dampaknya,” tegas Ade mengkritisi pola penanganan di titik rawan tersebut.

Pihak kepolisian mendesak asosiasi pengusaha angkutan umum dan ekspedisi logistik untuk memperketat pengawasan internal terhadap kesiapan armada mereka sebelum dilepas ke jalan raya publik. Regulasi pemeliharaan berkala dinilai sering kali diabaikan oleh awak angkutan demi mengejar target operasional.

“Kami mengimbau kepada para pemilik angkutan ekspedisi maupun angkutan lainnya agar benar-benar memperhatikan kesiapan kendaraannya, kelayakan jalan, dan aspek keselamatan. Jangan berspekulasi di jalan raya,” kata Ade menambahkan.

Polres Kubu Raya Usut Kasus Penyiraman Cuka Getah Terhadap Pasutri di Sungai Ambawang
Baca Juga

Polres Kubu Raya Usut Kasus Penyiraman Cuka Getah Terhadap Pasutri di Sungai Ambawang

Akumulasi Kelalaian Teknis di Jalur Strategis
Berdasarkan data taktis satuan lalu lintas di lapangan, kemacetan di koridor Jembatan Kapuas Dua dan Kapuas Satu mayoritas tidak disebabkan oleh volume kendaraan, melainkan akibat tingginya angka gangguan mesin ringan yang dialami truk muatan overdimensi.

“Sering kali kami temukan di lapangan, kendaraan mogok karena, kehabisan bahan bakar, gangguan mesin ringan, ban pecah, hingga kerusakan berat seperti patah as ban tepat di atas jembatan,” papar Ade merinci kompilasi temuan pelanggaran kelaikan jalan.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih terkendala ketersediaan alat berat yang mampu menggeser muatan truk tanpa merusak struktur pengaspalan jalan. Pengguna jalan diimbau mencari rute alternatif via Jembatan Kapuas Tiga atau jalur penyeberangan feri guna menghindari penumpukan ekor macet yang terus memanjang.

(Rudi)