Sen, 06/07/26 · 18.11.07
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Kritik Pemerintah, Sekda Kalbar Desak Mahasiswa Berbasis Data dan Objektif

Memei
Memei
Senin, 6 Juli 2026 · 20:592 menit baca
Kritik Pemerintah, Sekda Kalbar Desak Mahasiswa Berbasis Data dan Objektif
Sekda Kalbar Harisson mendesak kader HMI Singkawang menyampaikan kritik secara objektif berbasis data kampus dan menguasai teknologi digital di era VUCA. (Dok. Adpim Kalbar)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat meminta kalangan mahasiswa dan kader organisasi kepemudaan untuk mengubah pola penyampaian aspirasi publik dari sekadar narasi jalanan menjadi rekomendasi berbasis kajian ilmiah. Hubungan kemitraan kritis antara kelompok intelektual muda dan pembuat kebijakan dinilai perlu ditingkatkan guna menghadapi volatilitas pembangunan daerah.

Tuntutan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Harisson, saat memberikan pemaparan dalam acara Closing Ceremony Latihan Kader II Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Singkawang di Gedung Diklat BKPSDM Kota Singkawang, Sabtu (4/7/2026).

Otoritas eksekutif daerah menyatakan kesiapannya untuk menerima kontrol sosial dari elemen mahasiswa, dengan catatan perumusan kritik didasarkan pada komparasi data riil di lapangan, bukan sekadar sentimen pergerakan.

“Pemerintah tentu tidak sempurna. Karena itu kami membutuhkan masukan dari mahasiswa. Tetapi sebelum menyampaikan kritik atau aspirasi, pelajari dulu datanya dengan baik, bandingkan dengan teori yang dipelajari di kampus, lalu sampaikan secara objektif dan konstruktif. Dengan begitu, kritik yang diberikan benar-benar menjadi solusi,” tegas Harisson.

Empat Tahun Absen, PWNU Kalbar Pertanyakan Alokasi Hibah Bansos Pemprov
Baca Juga

Empat Tahun Absen, PWNU Kalbar Pertanyakan Alokasi Hibah Bansos Pemprov

Karakter Pemimpin dan Tantangan Era Digital
Selain menyoroti akuntabilitas kritik, Harisson mengingatkan bahwa esensi dari proses perkaderan organisasi kemahasiswaan adalah pembentukan karakter jangka panjang. Nilai-nilai kedisiplinan dan kejujuran di tingkat domestik kampus dianggap menjadi modal utama sebelum terjun ke dalam struktur kepemimpinan publik di masa depan.

“Latihan kader bukan hanya membentuk kemampuan berorganisasi, tetapi membentuk karakter. Ketika nanti sudah selesai berproses di HMI, nilai-nilai keimanan, integritas, disiplin, kejujuran, dan kerja keras harus tetap melekat dalam diri saudara sekalian,” papar Harisson.

Lebih lanjut, ia mendorong para kader untuk memperkuat daya saing individu melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, serta perluasan jejaring (networking) hingga ke level internasional agar tetap relevan menghadapi tantangan Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity (VUCA).

Gubernur Ria Norsan Minta 99 Lurah di Kalbar Lakukan Transformasi Digital
Baca Juga

Gubernur Ria Norsan Minta 99 Lurah di Kalbar Lakukan Transformasi Digital

Otoritas daerah juga mengkritik mentalitas ketergantungan pada relasi kedekatan patronase politik dalam bursa dunia kerja maupun birokrasi pemerintahan.

“Organisasi ini harus melahirkan kader yang beriman, bertakwa, berintegritas tinggi, sekaligus memiliki kompetensi dan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi. Itulah bekal untuk menjadi pemimpin yang dibutuhkan bangsa,” ujarnya.

Untuk mengimbangi kompetensi tersebut, kemandirian profesional dinilai menjadi instrumen mutlak agar lulusan organisasi tidak terjebak pada jalan pintas berbasis relasi personal.

“Jangan pernah berharap berhasil karena kedekatan dengan seseorang. Tingkatkan kompetensi, jaga integritas, dan tunjukkan kemampuan. Orang yang berkualitas akan selalu dicari dan diberi kepercayaan, termasuk di lingkungan pemerintahan,” tambahkan Harisson.

Akselerasi Keterampilan di Era VUCA
Menutup pemaparannya, pihak pemerintah daerah meminta generasi muda untuk tidak gagap dalam melakukan mitigasi perubahan iklim industri yang berjalan cepat akibat digitalisasi. Pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning) dinilai menjadi instrumen wajib bagi modal manusia Kalbar.

Cakupan BPJS Ketenagakerjaan di Kalbar Baru 27 Persen, Pemprov Dorong Perluasan
Baca Juga

Cakupan BPJS Ketenagakerjaan di Kalbar Baru 27 Persen, Pemprov Dorong Perluasan

“Dunia berubah sangat cepat. Jangan berhenti belajar. Kuasai teknologi, manfaatkan digitalisasi secara bijak, dan terus tingkatkan kapasitas diri agar mampu bersaing sekaligus memberikan kontribusi terbaik bagi Kalimantan Barat dan Indonesia,” pungkas Harisson.

Agenda penutupan pelatihan tingkat menengah tersebut tercatat turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Singkawang, Muhammadin, Sekretaris Jenderal PB HMI, Muh Jusrianto, serta sejumlah jajaran fungsionaris alumni dan organisasi kepemudaan setempat.

(Memei)