Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Timur

Taman Budaya Kaltim Luncurkan Cipta Karya Tari Kolosal 2026

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Selasa, 23 Juni 2026 · 14:542 menit baca
Taman Budaya Kaltim Luncurkan Cipta Karya Tari Kolosal 2026
UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Timur resmi meluncurkan Cipta Karya Tari Kolosal 2026 yang melibatkan kolaborasi 12 sanggar seni lokal. (Dok. Teguh)

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur melalui UPTD Taman Budaya resmi meluncurkan kegiatan Cipta Karya Tari Kolosal 2026. Agenda peluncuran ini dilaksanakan di halaman terbuka UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Timur, Jalan Kemakmuran, Samarinda, Sabtu (20/6/2026) malam.

Karya tari kolosal ini mengusung tema “Dari Hulu Rimba ke Hilir Mahakam, Bebaya Bangun Benua.” Konsep koreografi dirancang sebagai bentuk aktualisasi nilai budaya lokal Kalimantan Timur yang dikemas melalui pendekatan kreatif dan inovatif.

Ketua Panitia Acara, Sulistio Rini, dalam laporan teknisnya menyampaikan bahwa pembiayaan seluruh rangkaian kegiatan ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) BOP Non-Fisik tahun anggaran 2026. Proses pelaksanaan produksi dan penciptaan karya seni ini berlangsung selama 19 hari, terhitung sejak 2 Juni hingga 20 Juni 2026.

Tampil Perdana, Dua Kafilah Kaltim Sabet Juara Satu KTIQ MTQ Nasional
Baca Juga

Tampil Perdana, Dua Kafilah Kaltim Sabet Juara Satu KTIQ MTQ Nasional

Representasi Geografis dan Budaya Tradisi
Agenda seni ini dibuka secara resmi oleh Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Timur, Ernarawati Sinaga. Dalam sambutannya, ia memaparkan rincian filosofis di balik tema geografis budaya yang dipilih oleh tim perumus.

“Hulu Rimba melambangkan kekayaan alam, tradisi, dan kearifan masyarakat pedalaman Kalimantan Timur. Sedangkan Hilir Mahakam menggambarkan perjalanan peradaban yang mengandung berbagai suku, budaya, dan kehidupan masyarakat hingga ke pesisir,” kata Ernarawati Sinaga.

Melalui penekanan pada semangat bebaya atau kebersamaan, program ini diproyeksikan untuk memperkuat identitas budaya daerah sebagai instrumen warisan yang harus dijaga oleh generasi mendatang.

Kolaborasi Belasan Sanggar Seni
Proyek cipta karya tari berskala besar ini mengintegrasikan kolaborasi teknis dari 12 sanggar seni, yang meliputi:

Lubang Tambang Telan Korban ke-55 di Kaltim, Izin PT DUM Masih Berstatus Dibekukan
Baca Juga

Lubang Tambang Telan Korban ke-55 di Kaltim, Izin PT DUM Masih Berstatus Dibekukan

Sanggar Seni Budaya Telabang

Sanggar Adika Karsa Dance Art

Sanggar Pesona 22 Samarinda

Sanggar Tantra Smansa

Sanggar Seni Uba Leklan

DH Art Community

Replika Gajah Raksasa 1,5 Ton dari Kaltim Tiba di Kediaman Jokowi, Tempuh Perjalanan 15 Hari dan Sempat Kecelakaan
Baca Juga

Replika Gajah Raksasa 1,5 Ton dari Kaltim Tiba di Kediaman Jokowi, Tempuh Perjalanan 15 Hari dan Sempat Kecelakaan

Yayasan Borneo Etnika

Unique Borneo

Siwi Runnarsa

Borneo Crew Semakala

Basabo Samaga

LumiqArt

Pihak manajemen UPTD Taman Budaya menyampaikan apresiasi terhadap dukungan operasional yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Kaltim, mitra kerja, kurator, penari, hingga relawan di lapangan.

Kejar Target 100 Persen pada 2027, Pemprov Kaltim Tuntaskan Jaringan Listrik 72 Desa
Baca Juga

Kejar Target 100 Persen pada 2027, Pemprov Kaltim Tuntaskan Jaringan Listrik 72 Desa

Melalui peresmian produksi ini, Cipta Karya Tari Kolosal 2026 ditargetkan tidak hanya berfungsi sebagai instrumen hiburan, melainkan menjadi materi pembelajaran seni tari bagi masyarakat umum, kalangan pelajar, serta mahasiswa di Kalimantan Timur.

(Dayank Ana)