Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Utara

APBD Kaltara 2027 Stagnan, Pemprov Berlakukan Strategi Ketat Money Follow Priority

Hendrawan
Hendrawan
Senin, 21 September 2026 · 21:282 menit baca
APBD Kaltara 2027 Stagnan, Pemprov Berlakukan Strategi Ketat Money Follow Priority
Sekda Prov Kaltara H. Denny Harianto saat memimpin apel pagi gabungan di Halaman Kantor Gubernur. (Dok. Pemprov Kaltara)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara memastikan tidak akan mengobral anggaran untuk program tanpa dampak signifikan pada tahun depan. Menyusul proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027 yang diprediksi stagnan dan tidak jauh beda dari realisasi 2026, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, menginstruksikan penerapan tegas skema money follow priority program.

Instruksi rasionalisasi anggaran ini disampaikan Denny saat memimpin apel pagi gabungan di Halaman Kantor Gubernur, Senin (21/9/2026).

Ia menekankan bahwa ruang fiskal yang terbatas memaksa pemerintah daerah untuk mencoret program-program yang tidak mendesak demi memusatkan dana pada sektor yang berdampak fundamental bagi masyarakat.

“Tahun ini untuk 2027, dengan kondisi APBD tidak berbeda jauh dengan tahun 2026, saya akan mengajak semuanya untuk money follow priority,” ucap Denny secara tegas.

Pemprov Kaltara Dorong Pelaku Usaha Lokal Kuasai Pasar Daerah
Baca Juga

Pemprov Kaltara Dorong Pelaku Usaha Lokal Kuasai Pasar Daerah

Melalui strategi ini, Pemprov Kaltara mendobrak tradisi pembagian porsi anggaran yang sekadar merata ke setiap instansi. Konsep money follow priority menuntut agar alokasi belanja daerah tidak lagi mengikuti fungsi struktur, melainkan murni berpusat pada program sasaran utama.

Artinya, usulan kegiatan rutinitas birokrasi atau yang berdaya ungkit rendah dipastikan tidak akan mendapat kucuran dana.

Di tengah peringatan efisiensi anggaran yang ketat tersebut, Denny menyodorkan anomali positif birokrasi bahwa pemerintah tetap bisa mencetak pergerakan ekonomi masif tanpa harus menyedot APBD.

Ia menyoroti kesuksesan Misi Dagang antara Pemprov Jawa Timur dan Pemprov Kaltara di Hotel Tarakan Plaza belum lama ini, yang berhasil mencetak nilai transaksi fantastis hingga Rp2,5 triliun.

Pemprov Kaltara Perketat Pemutakhiran Data Disabilitas di Kabupaten dan Kota
Baca Juga

Pemprov Kaltara Perketat Pemutakhiran Data Disabilitas di Kabupaten dan Kota

Secara kritis, Sekprov menjadikan capaian luar biasa dalam waktu persiapan singkat itu sebagai tolok ukur efisiensi karena sama sekali tidak membebani APBD Kaltara sepeser pun.

“Hal inilah yang patut kita contoh bahwa sesuatu yang besar bukan berarti kita harus mengeluarkan sesuatu yang besar juga,” ujar Denny

memberikan kritik tidak langsung agar instansi lain berani berinovasi tanpa harus selalu bergantung pada postur anggaran negara.

Menghadapi tahun perencanaan fiskal yang diprediksi penuh tekanan dan penyesuaian, Sekprov menutup arahannya dengan seruan solidaritas bagi seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) Pemprov Kaltara untuk tidak pasrah pada keadaan.

“Jaga kesehatan, jaga semangat dan jaga kekompakan. Kita akan menemui titik tersulit, tapi jangan pernah berhenti, bahwa cerita hebat sedang kita mulai, tutup Denny.

(Hendra)