Sab, 18/07/26 · 02.51.27
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

1.061 Koperasi Desa Merah Putih Diresmikan di Hari Rupiah Anjlok Terbawah Sepanjang Sejarah

Editor
Editor
Sabtu, 16 Mei 2026 · 22:252 menit baca
1.061 Koperasi Desa Merah Putih Diresmikan di Hari Rupiah Anjlok Terbawah Sepanjang Sejarah
Presiden Prabowo meresmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih pada 16 Mei 2026, hari yang sama ketika rupiah menyentuh Rp 17.600 per dolar, level terlemah sepanjang sejarah Indonesia. (Dok. BPMI Sekretariat Presiden RI)

Pada hari yang sama ketika nilai tukar rupiah menyentuh Rp 17.600 per dolar Amerika Serikat level terlemah sepanjang sejarah Indonesia Presiden Prabowo Subianto meresmikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sekaligus. Dua peristiwa besar itu terjadi dalam satu hari yang sama, Sabtu (16/5/2026).

Peresmian massal koperasi desa itu menjadi salah satu langkah terbesar pemerintah dalam mendorong penguatan ekonomi berbasis komunitas di tingkat akar rumput. Sementara di saat bersamaan, pasar keuangan mencatat rupiah menorehkan rekor pelemahannya yang paling dalam.

Di tengah tekanan nilai tukar yang terus melemah, Prabowo tampil dengan pesan yang tegas. Dalam sambutan peresmian Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, ia menepis kekhawatiran publik soal dampak pelemahan rupiah terhadap kehidupan masyarakat bawah.

“Saya yakin sekarang ada yang selalu sebentar-sebentar Indonesia akan kolaps, akan chaos. Orang rakyat di desa nggak pakai dolar kok,” ujarnya.

Rupiah Tembus Rp 18.100 per Dolar AS, Cetak Rekor Terlemah Sepekan terakhir
Baca Juga

Rupiah Tembus Rp 18.100 per Dolar AS, Cetak Rekor Terlemah Sepekan terakhir

Prabowo juga menyebut kondisi pangan dan energi nasional dalam keadaan aman, di tengah kepanikan yang melanda banyak negara lain. Ia bahkan menjadikan senyum Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai penanda ketenangan.

“Selama Purbaya bisa senyum, tenang saja. Mau dolar berapa ribu kek, kalian di desa-desa nggak pakai dolar,” katanya dalam peresmian KDKMP.

Prabowo turut membeberkan sejumlah data yang ia sebut sebagai bukti ketangguhan ekonomi Indonesia. Menurutnya, sejumlah negara besar kini justru bergantung pada pasokan dari Indonesia.

“Banyak negara minta pupuk dari Indonesia. Australia minta tolong kita, kita jual ke Australia 500 ribu ton urea. Filipina juga minta, India, Bangladesh, Brasil minta ke kita,” ungkapnya.

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Bank Indonesia Ambil Langkah Intervensi Berlapis
Baca Juga

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Bank Indonesia Ambil Langkah Intervensi Berlapis

Ia menegaskan bahwa keberhasilan swasembada dan percepatan pembenahan sektor pertanian menjadi fondasi yang membuat Indonesia tidak ikut terseret dalam kepanikan global.

Selain faktor internal, Prabowo menyebut stabilitas Indonesia juga ditopang oleh kebijakan luar negeri yang ia jalankan sejak awal pemerintahannya. Perbaikan hubungan dengan Singapura, Vietnam, hingga Tiongkok disebut sebagai bagian dari strategi menjaga keseimbangan ekonomi di tengah gejolak global.

“Sama Tiongkok kita perbaiki, sama Singapura perjanjian-perjanjian yang belasan tahun tidak diselesaikan, kita selesaikan,” tuturnya.

Peresmian 1.061 KDKMP secara serentak bukan sekadar agenda seremonial. Koperasi desa yang kini tengah dibangun secara masif ini dirancang sebagai instrumen nyata penguatan ekonomi masyarakat di level paling bawah mulai dari pengelolaan simpan pinjam, distribusi kebutuhan pokok, hingga akses pembiayaan bagi pelaku usaha desa.

Pemerintah menargetkan seluruh desa dan kelurahan di Indonesia memiliki KDKMP yang aktif dan dikelola secara profesional. Untuk itu, Kementerian Koperasi telah menggulirkan serangkaian pelatihan tematik manajemen keuangan bagi para pengurus dan bendahara KDKMP di berbagai provinsi, termasuk di Kalimantan Barat yang berlangsung pada 11–13 Mei 2026.

Prabowo menekankan bahwa pemimpin dan pejabat negara harus benar-benar berpihak pada rakyat, bukan memanfaatkan kekuasaan untuk kepentingan sendiri.

Pramono Sambut Putusan MK: Jakarta Tetap Ibu Kota Selama Keputusan Presiden Belum Terbit
Baca Juga

Pramono Sambut Putusan MK: Jakarta Tetap Ibu Kota Selama Keputusan Presiden Belum Terbit

“Pimpinan harus setia kepada NKRI. Begitu punya kekuasaan tidak berpihak kepada bangsa sendiri, tidak berpihak kepada rakyat Indonesia,” tegasnya.

(Hendra)