Aktivitas vulkanik Gunung api Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, meningkat tajam pada Jumat (8/5) pukul 07.41 WIT. Erupsi ini mengakibatkan lima orang pendaki mengalami luka-luka dan muncul laporan mengenai dua orang wisatawan yang meninggal dunia di kawasan terdampak.
Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu tebal dengan ketinggian mencapai 10.000 meter. Getaran erupsi terekam pada sismogram dengan amplitudo maksimum 34 mm dan durasi sekitar 16 menit, disertai suara dentuman yang terdengar hingga pemukiman warga.
Hingga saat ini, tim gabungan dari BPBD dan Basarnas masih terus melakukan penyisiran di lereng gunung untuk memastikan keselamatan para pendaki lainnya.
Verifikasi Korban Jiwa dan Larangan Pendakian
Indonesia Peringkat 4 Dunia Paparan Bencana, Kepala BNPB Minta BPBD Siap Pegang Komando
Meskipun terdapat laporan mengenai korban jiwa, otoritas terkait masih melakukan verifikasi mendalam di lapangan.
“Informasi tersebut (dua wisatawan meninggal dunia) masih dalam proses verifikasi lebih lanjut oleh Basarnas dan pihak terkait,” tulis laporan resmi BNPB.
Berdasarkan koordinasi lintas instansi, kawasan pendakian sebenarnya telah ditutup oleh Kementerian Pariwisata guna menghindari risiko keselamatan. Muncul dugaan bahwa terdapat pihak yang mengabaikan peringatan tersebut sehingga insiden ini terjadi.
“Terdapat dugaan adanya kelalaian dari pegiat wisata atau pihak yang tetap melakukan aktivitas pendakian meskipun telah terdapat pemberitahuan penutupan kawasan wisata pendakian Gunung Dukono,” lanjut laporan tersebut.
Tiga Korban Erupsi Ditemukan, Jalur Pendakian Gunung Dukono Resmi Ditutup Permanen
Upaya Tanggap Darurat
BPBD Kabupaten Halmahera Utara telah mendirikan Posko Tanggap Darurat Bencana Terpadu untuk memfasilitasi evakuasi dan bantuan medis. Sementara itu, dampak hujan abu vulkanik mulai meluas hingga ke Desa Mamunya di Kecamatan Galela.

Pemerintah mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada. Masyarakat yang berada di sekitar kawasan Gunung Dukono diminta untuk tidak beraktivitas di dalam radius berbahaya dan wajib menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk menghindari dampak abu vulkanik.
(Dayank Ana)
