Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Breaking News

Bentrok Pecah di Bundaran Digulis Pontianak, Jurnalis Nusantara Post Sempat Diintimidasi Polisi Saat Rekam Penangkapan

Hendrawan
Hendrawan
Rabu, 21 Oktober 2026 · 19:211 menit baca
Bentrok Pecah di Bundaran Digulis Pontianak, Jurnalis Nusantara Post Sempat Diintimidasi Polisi Saat Rekam Penangkapan
Kericuhan demo pecah di Bundaran Digulis Pontianak, massa bakar pembatas jalan dan jurnalis Nusantara Post diintimidasi polisi saat merekam penangkapan. (Dok. Hendrawan/Nusantara Post)

Situasi aksi unjuk rasa di Pontianak memanas menjelang magrib setelah massa bergeser dari Kantor Gubernur Kalimantan Barat dan memadati kawasan Bundaran Digulis, Rabu, (21/10/2026). Di kawasan jalan protokol tersebut, massa aksi membakar sejumlah pembatas jalan serta membentangkan spanduk bernada kecaman di tengah badan jalan.

“Dimana korban, dimana ormas,” demikian bunyi tulisan pada spanduk yang dibentangkan oleh massa aksi di lokasi.

Massa membakar ban dan membentangkan tulisan Di mana Norsan. (Dok. Hendrawan/Nusantara Post)

Aksi massa meluas hingga menduduki area Taman Arboretum di sekitar bundaran. Di titik tersebut, demonstran membentangkan spanduk yang mengajak para pengendara dan masyarakat untuk membunyikan klakson kendaraan sebagai bentuk dukungan simbolis terhadap aksi mereka.

Spanduk mahasiswa terbentang (Dok. Hendrawan/Nusantara Post)

Ketegangan meningkat drastis saat bentrokan fisik antara massa dan aparat kepolisian tidak terhindarkan. Lemparan batu dari arah demonstran dibalas tembakan water cannon oleh kepolisian yang menyiagakan barisan kendaraan taktis barracuda. Kericuhan kian memuncak saat pos polisi di dekat bundaran nyaris terbakar sebelum kobaran api berhasil dipadamkan oleh petugas menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).

Bawa Tagline Revolusi Kalbar, Massa Aksi Geruduk Kantor Gubernur Ricuh Turunkan Bendera Setengah Tiang
Baca Juga

Bawa Tagline Revolusi Kalbar, Massa Aksi Geruduk Kantor Gubernur Ricuh Turunkan Bendera Setengah Tiang

Kubu Polisi di tengah Demo berlangsung. (Dok. Hendrawan/Nusantara Post)

Di tengah situasi bentrokan, aparat kepolisian melakukan penyisiran dan penangkapan paksa terhadap sejumlah demonstran. Kerja jurnalistik di lapangan turut mengalami intimidasi ketika seorang jurnalis Nusantara Post dicegat dan ditahan sesaat oleh aparat saat mendokumentasikan proses penangkapan salah satu peserta aksi yang diseret paksa ke area dalam.

Ancaman verbal dilontarkan secara langsung oleh petugas kepolisian berperawakan kurus dan kecil untuk menghentikan rekaman video di lokasi kejadian.

“Awas ye, jangan ngerekam yang ini awas kau, awas kau,” tekan polisi berbadan kurus dan kecil itu.

Tindakan intimidasi dan penghalangan terhadap jurnalis tersebut menambah daftar gesekan dalam unjuk rasa yang berujung bentrok fisik hingga malam hari di Pontianak.

Beberapa orang polisi terluka. (Dok. Hendrawan/Nusantara Post)

(Hendrawan)