Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Timur

Empat Anak di Samarinda Temukan Bekantan, BKSDA Kaltim Beri Apresiasi

Memei
Memei
Senin, 26 Oktober 2026 · 09:591 menit baca
Empat Anak di Samarinda Temukan Bekantan, BKSDA Kaltim Beri Apresiasi
BKSDA Kaltim mengapresiasi empat anak di Samarinda yang melaporkan temuan bekantan jantan hingga berhasil dievakuasi petugas konservasi. (Dok. BKSDA Kaltim)

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur memberikan apresiasi kepada empat anak berusia 10 hingga 13 tahun di Samarinda atas kesadaran dan tindakan melaporkan penemuan seekor bekantan (Nasalis larvatus) kepada pihak berwenang. Aksi pelaporan satwa endemik Kalimantan yang dilindungi tersebut dinilai membantu proses evakuasi satwa terancam punah dari area permukiman warga.

Tanggapan mengenai pentingnya rasa kepedulian terhadap kelestarian lingkungan tanpa memandang usia disampaikan oleh Kepala BKSDA Kalimantan Timur, M. Ari Wibawanto.

“Kepedulian terhadap kelestarian satwa liar bukan masalah batasan usia melainkan tentang rasa kepedulian serta tindakan nyata,” kata Ari di Samarinda, Sabtu, (24/10/2026).

Peristiwa penemuan berawal saat seorang anak bernama Aldo bersama tiga rekannya melihat seekor bekantan di belakang rumah warga di wilayah Samarinda Utara. Mereka kemudian berinisiatif menghubungi Call Center BKSDA Kaltim guna menindaklanjuti keberadaan satwa tersebut.

BKSDA Evakuasi Orang Utan Berusia 35 Tahun yang Ditemukan Mengalami Hernia di Bekas Karhutla Kobar
Baca Juga

BKSDA Evakuasi Orang Utan Berusia 35 Tahun yang Ditemukan Mengalami Hernia di Bekas Karhutla Kobar

Kecepatan respons dari anak-anak tersebut diungkapkan oleh Ari sebagai faktor utama yang mempermudah langkah penanganan di lapangan.

“Langkah cepat anak-anak tersebut sangat tepat sehingga satwa langka terancam punah ini dapat segera dievakuasi petugas,” ujar Ari.

Laporan tersebut ditindaklanjuti oleh Tim Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Tenggarong yang langsung bergerak ke lokasi penemuan di Samarinda Utara. Pada 17 Oktober 2026, petugas menerima serah terima seekor bekantan jantan remaja yang dipastikan berada dalam kondisi kesehatan sangat baik.

Harapan agar aksi sederhana ini menjadi contoh positif bagi masyarakat luas diuraikan lebih lanjut olehnya.

Induk dan Bayi Orangutan Dievakuasi dari Lahan Karhutla di Kotawaringin Barat
Baca Juga

Induk dan Bayi Orangutan Dievakuasi dari Lahan Karhutla di Kotawaringin Barat

“Kehadiran anak-anak hebat ini mengajarkan kita semua bahwa upaya menjaga kelestarian alam bisa dimulai sejak dini,” tutur Ari.

Pentingnya edukasi serta keterlibatan aktif warga dalam menjaga ekosistem hutan dan satwa liar ditekankan oleh Ari sebelum menutup penjelasannya.

“Semoga aksi inspiratif ini dapat menggugah kesadaran masyarakat luas untuk ikut serta menjaga kelestarian satwa liar. Sinergi serta kepedulian aktif seluruh elemen warga merupakan kunci utama keberhasilan menjaga keberlanjutan ekosistem alam,” kata Ari.

(Memei)