Jum, 10/07/26 · 16.48.16
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Persiapan MTQ Kalbar ke-34, LPTQ Pontianak Instruksikan Polisi Pembinaan Berbasis Kebutuhan Kafilah

Memei
Memei
Jumat, 10 Juli 2026 · 21:232 menit baca
Persiapan MTQ Kalbar ke-34, LPTQ Pontianak Instruksikan Polisi Pembinaan Berbasis Kebutuhan Kafilah
Ketua LPTQ Amirullah buka pemusatan latihan kafilah Kota Pontianak untuk MTQ Kalbar ke-34 di Kayong Utara. Pola karantina wajib terukur dan dipantau. (Dok. LPTQ Pontianak)

Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Pontianak resmi memulai program pemusatan latihan (training center) bagi para peserta yang akan didelegasikan ke Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Barat ke-34 di Kabupaten Kayong Utara. Manajemen pembinaan kini diwajibkan menggunakan indikator kerja yang terukur guna mengamankan target performa daerah.

Ketua Umum LPTQ Kota Pontianak Amirullah menginstruksikan seluruh jajaran pengurus, panitia teknis, dan pelatih untuk meninggalkan pola kerja konvensional dan beralih ke strategi manajemen kepesertaan yang berbasis pada kebutuhan spesifik individu kafilah.

“Karena ini pemusatan latihan, arahannya adalah benar-benar latihan. Semua komponen harus berjalan dengan baik,” ujar Amirullah saat membuka agenda pemusatan latihan di Aula Gedung LPTQ Kota Pontianak, Jumat, (10/7/2026).

Amirullah, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Pontianak, menjelaskan bahwa ekosistem kompetisi modern menuntut akuntabilitas administratif di setiap lini. Seluruh aktivitas pengelolaan logistik, jadwal bimbingan, hingga pemantauan kesehatan peserta harus melewati fase monitoring berkala yang ketat.

Tiba di Batam, 403 Jemaah Haji Asal Pontianak Bersiap Pulang ke Daerah
Baca Juga

Tiba di Batam, 403 Jemaah Haji Asal Pontianak Bersiap Pulang ke Daerah

“Mengurus itu artinya mengelola. Kerja harus dirancang, diorganisir, dikerjakan, dimonitor, dievaluasi, dan dibuat laporan,” tegas Amirullah.

Diferensiasi Metode Lintas Cabang Lomba dan Pemetaan Kompetitor
Otoritas LPTQ menggarisbawahi bahwa penanganan kafilah tidak dapat disamaratakan mengingat adanya perbedaan karakteristik teknis di setiap bidang perlombaan, mulai dari cabang seni baca (tilawah), hafalan (hifzil Quran), hingga seni kaligrafi.

Pengurus diwajibkan melakukan pemetaan kekuatan terhadap delegasi dari 13 kabupaten dan kota lain di Kalimantan Barat agar porsi latihan taktis yang diberikan selama masa karantina berjalan efektif dan adaptif.

PAD Lampaui Target, Pemkot Pontianak Hadapi Pemangkasan Dana Bagi Hasil Rp123 Miliar
Baca Juga

PAD Lampaui Target, Pemkot Pontianak Hadapi Pemangkasan Dana Bagi Hasil Rp123 Miliar

“Pendekatannya harus pendekatan peserta. Apa kebutuhan mereka, itu yang harus diperhatikan, supaya mereka bisa maksimal dan optimal. Ini sebuah kompetisi, pertandingan, dan perlombaan. Kita harus melihat lawan, bukan musuh, agar kita tidak terlena dan tertinggal,” Jelas Amirullah.

Di samping pemenuhan target teknis operasional, Amirullah mengingatkan jajaran panitia untuk menjaga profesionalisme etis kerja dalam mengelola organisasi keagamaan yang didanai oleh instrumen publik.

“Luruskan niat semata-mata untuk mengembangkan Al-Quran dan mencari pahala. Ini kerja mulia,” tuturnya.

Melalui standardisasi pembinaan dari hulu ini, LPTQ Kota Pontianak memproyeksikan perolehan medali dan peringkat kafilah pada ajang tingkat provinsi tahun ini dapat menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dibandingkan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.

(Memei)