Jum, 10/07/26 · 16.47.07
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Timbulan Sampah Tembus 480 Ton Per Hari, Pemkot Pontianak Distribusikan Kendaraan Pengangkut Residu

Hendrawan
Hendrawan
Jumat, 10 Juli 2026 · 21:002 menit baca
Timbulan Sampah Tembus 480 Ton Per Hari, Pemkot Pontianak Distribusikan Kendaraan Pengangkut Residu
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono serahkan 17 unit kendaraan roda tiga pengangkut sampah. SIPSN mencatat timbulan sampah Pontianak capai 480 ton per hari. (Dok. Prokopim Pontianak)

Pemerintah Kota Pontianak mengambil langkah taktis untuk menekan laju volume pembuangan akhir dengan mendistribusikan 17 unit kendaraan roda tiga pengangkut sampah kepada kelompok swadaya masyarakat. Intervensi ini menyusul tingginya beban harian sampah kota yang kini menembus angka ratusan ton dan mengancam daya tampung infrastruktur penampungan utama.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memaparkan, berdasarkan data resmi Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), total timbulan sampah di Ibu Kota Kalimantan Barat ini telah mencapai 480,213 ton per hari. Dari jumlah masif tersebut, tingkat pengolahan dan pengurangan di tingkat hulu baru menyentuh 18,87 persen, sehingga menyisakan 377,83 ton residu yang dipaksa masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) setiap harinya.

“Permasalahan sampah hingga saat ini masih menjadi tantangan besar yang dihadapi seluruh daerah, termasuk Kota Pontianak,” ujar Edi Rusdi Kamtono di halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Jumat (10/7/2026).

Edi menegaskan, kebijakan ini juga menjadi respons terhadap regulasi ketat dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup yang memproyeksikan penghentian total pembangunan fasilitas pembuangan akhir baru pada awal dekade mendatang.

Wajah Kota Jadi Tujuan Liburan, Pemkot Pontianak Wajibkan ASN Rapikan Lingkungan Kerja
Baca Juga

Wajah Kota Jadi Tujuan Liburan, Pemkot Pontianak Wajibkan ASN Rapikan Lingkungan Kerja

“Pemerintah pusat telah mengamanatkan bahwa ke depan, pada tahun 2030, tidak ada lagi pembangunan TPA baru. Karena itu, pengelolaan sampah harus semakin diperkuat dari hulu ke hilir. Penanganan sampah harus mengoptimalkan pengelolaan dari hulu ke hilir, pengurangan sampah dari sumber, dan perubahan perilaku masyarakat,” jelas Edi.

Skema Distribusi Logistik Wilayah dan Kewajiban Data Residu
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak memastikan bahwa unit armada roda tiga ini tidak dialokasikan secara individual, melainkan diserahkan kepada kelompok masyarakat terverifikasi yang telah memiliki basis operasional mandiri di wilayah pemukiman.

Kepala DLH Kota Pontianak Usmulyono menjelaskan, pengadaan kendaraan operasional ini difungsikan untuk memotong kendala jarak logistik dari pemukiman padat menuju Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Kendati demikian, kelompok penerima manfaat dibebani syarat ketat berupa kewajiban memilah sampah organik dan anorganik, serta melakukan pencatatan statistik volume sampah berkala.

“Bantuan ini diberikan kepada kelompok masyarakat yang sudah eksis mengelola sampah di daerahnya. Hambatan mereka adalah TPS yang jauh. Inilah wujud pemerintah daerah membantu mereka. Setelah mereka memilah, residunya yang mereka antar ke TPS,” ungkap Usmulyono.

Hari Berkabung Daerah, Pemkot Pontianak Imbau Warga Kibarkan Bendera Setengah Tiang 28 Juni
Baca Juga

Hari Berkabung Daerah, Pemkot Pontianak Imbau Warga Kibarkan Bendera Setengah Tiang 28 Juni

Usmulyono menambahkan, regulasi ini memaksa masyarakat melakukan reduksi dari basis rumah tangga terlebih dahulu agar tidak semua material domestik langsung dibuang ke tanah TPA.

“Kita minta mereka mengolah dulu, mendata berapa yang dikumpulkan, berapa yang bisa dikurangi. Residunya saja yang diantar ke TPS. Kita harapkan bank sampah ini berkembang terus. Yang kita harapkan adalah pengurangannya, jadi tidak semua sampah masuk ke TPA,” tegasnya.

Saat ini, DLH Kota Pontianak tercatat melakukan pembinaan terhadap 23 unit bank sampah aktif. Melalui penambahan 17 armada lingkungan ini, pemerintah daerah menargetkan ekspansi titik pilah sampah baru guna memperpanjang usia pakai TPA yang ada.

Respons positif datang dari perwakilan komunitas di tingkat akar rumput. Pengurus Organisasi Masyarakat Pencinta Lingkungan Jalan Karet Gang Angin Timur, Suryanto, menyatakan dukungan logistik ini menaikkan efisiensi pengangkutan yang selama ini bertumpu pada alat seadanya.

“Alhamdulillah kita dapat bantuan dari Pemerintah Kota Pontianak, sebuah kendaraan roda tiga yang sangat bermanfaat buat masyarakat lingkungan di Jalan Karet,” kata Suryanto.

(Hendrawan)