Jum, 31/07/26 · 17.06.48
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Ekonomi

Bukan Sekadar Dokumen, Sidang Ke-39 SOSEK MALINDO Hasilkan Kesepakatan Strategis Kalbar–Sarawak

Roska Putra
Roska Putra
Jumat, 31 Juli 2026 · 22:512 menit baca
Bukan Sekadar Dokumen, Sidang Ke-39 SOSEK MALINDO Hasilkan Kesepakatan Strategis Kalbar–Sarawak
Perwakilan delegasi Pemprov Kalbar dan Negeri Sarawak berfoto bersama usai penandatanganan kertas kerja hasil Sidang Ke-39 SOSEK MALINDO di Hotel Novotel Pontianak. (Dok. HO/NusantaraPost)

Sidang Ke-39 Kelompok Kerja Bersama/Joint Working Group (KK/JKK) Sosial Ekonomi Malaysia–Indonesia (SOSEK MALINDO) Tingkat Provinsi Kalimantan Barat–Negeri Sarawak resmi ditutup dengan menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis untuk memperkuat kawasan perbatasan, Kamis (30/7/2026).

Penutupan persidangan yang berlangsung di Hotel Novotel Pontianak tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan.

Acara ditandai dengan pengesahan serta penandatanganan kertas kerja oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat Harisson bersama Pengerusi JKK SOSEK MALINDO Negeri Sarawak Dato Sri Muhammad Abdullah Bin H. Zaidel.

Pemprov Kalbar Siapkan Program Pemutihan Pajak Kendaraan Agustus Mendatang
Baca Juga

Pemprov Kalbar Siapkan Program Pemutihan Pajak Kendaraan Agustus Mendatang

Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan menyampaikan apresiasi atas kelancaran persidangan dan menegaskan bahwa seluruh poin kesepakatan yang telah dicapai harus segera direalisasikan dalam aksi nyata.

“Alhamdulillah, Sidang Ke-39 SOSEK MALINDO telah menghasilkan berbagai kesepakatan penting. Yang paling utama sekarang adalah memastikan seluruh hasil sidang ini benar-benar ditindaklanjuti menjadi program nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat perbatasan Kalbar dan Sarawak,” ujar Krisantus.

Ia mengungkapkan, persidangan berlangsung secara terbuka dalam membahas berbagai dinamika pembangunan kawasan perbatasan hingga peningkatan kesejahteraan warga.

“Perbedaan pendapat selama persidangan adalah hal yang wajar. Namun yang terpenting, semangat persaudaraan, saling menghormati, dan komitmen untuk memperkuat kerja sama antara Kalbar dan Sarawak tetap terjaga,” katanya.

Krisantus menekankan bahwa kesepakatan yang telah ditandatangani tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif belaka.

Pemprov Kalbar Dukung PSN Sawit PTPN IV, Lahan Wajib Clear and Clean
Baca Juga

Pemprov Kalbar Dukung PSN Sawit PTPN IV, Lahan Wajib Clear and Clean

“Kerja sama ini tidak boleh berhenti di atas kertas. Kita ingin hasil yang telah disepakati segera diwujudkan agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah,” tegasnya.

Ia pun berharap hubungan harmonis antar-pemerintah dan hubungan antarmasyarakat yang telah terbangun selama puluhan tahun dapat terus dipelihara.

“Kami berharap seluruh delegasi membawa pulang kesan baik tentang Kalbar. Persahabatan yang telah terjalin selama puluhan tahun ini harus terus dijaga dan diperkuat melalui berbagai kerja sama,” tutupnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pengerusi JKK SOSEK MALINDO Negeri Sarawak Dato Sri Muhammad Abdullah Bin H. Zaidel menyampaikan apresiasinya kepada Pemprov Kalbar atas penyambutan dan suasana persidangan yang penuh kekeluargaan.

“Terima kasih kepada Delegasi Kalbar atas kerja sama dan keterbukaan selama persidangan. Semangat persaudaraan inilah yang menjadi kekuatan untuk terus mempererat hubungan Sarawak dan Kalbar,” ujarnya.

Menurutnya, ukuran keberhasilan dari forum SOSEK MALINDO terletak pada konsistensi pelaksanaan komitmen bersama.

Wagub Kalbar Buka Fatmawati Trophy 2026, Desainer Diminta Angkat Motif Lokal
Baca Juga

Wagub Kalbar Buka Fatmawati Trophy 2026, Desainer Diminta Angkat Motif Lokal

“Keberhasilan sidang ini bukan diukur dari banyaknya kesepakatan yang dibuat, tetapi dari komitmen kita bersama untuk melaksanakan setiap hasil yang telah disepakati,” katanya.

Dato Sri menambahkan, keterikatan antara Sarawak dan Kalimantan Barat melampaui batas geografis karena ditopang oleh kesamaan sejarah dan budaya.

“Kita memiliki hubungan yang sangat erat. Karena itu, kerja sama ini harus terus diperkuat agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di kedua wilayah,” tuturnya.

Sebagai bentuk tindak lanjut penguatan ekonomi kawasan, Dato Sri mengundang delegasi Indonesia untuk hadir dalam ajang Borneo Economic Forum yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Oktober 2026 di Kuching, Sarawak.

Adapun kesepakatan strategis yang dihasilkan dalam Sidang Ke-39 SOSEK MALINDO mencakup penguatan pembangunan sosial ekonomi perbatasan, fasilitasi perdagangan dan investasi, percepatan infrastruktur konektivitas, tata kelola pos lintas batas dan pelayanan publik, kerja sama keamanan perbatasan, perlindungan lingkungan hidup, sektor pariwisata dan kebudayaan, hingga kolaborasi antar-pelaku usaha.

(roska)