Sel, 28/07/26 · 02.53.29
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Utara

Terpaut Selisih Harga, Pengendara Rela Antre Pertalite di SPBU Tanjung Selor

Bintang Azhar
Bintang Azhar
Selasa, 28 Juli 2026 · 08:461 menit baca
Terpaut Selisih Harga, Pengendara Rela Antre Pertalite di SPBU Tanjung Selor
Pengendara di Tanjung Selor rela mengantre Pertalite akibat selisih harga jauh dibanding Pertamax. Stok solar subsidi di SPBU Sengkawit habis. (Dok. Ist)

Antrean panjang kendaraan pengisi Bahan Bakar Minyak jenis Pertalite mengular di SPBU Jalan Sengkawit, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Lebih murahnya harga BBM bersubsidi disinyalir menjadi pemicu warga rela mengantre hingga puluhan antrean meski opsi BBM nonsubsidi seperti Pertamax tersedia tanpa antrean.

Data penyesuaian harga mencatat Pertalite dibanderol Rp10.000 per liter. Angka tersebut berjarak cukup jauh dari Pertamax yang dijual seharga Rp17.000 per liter dan Pertamax Turbo senilai Rp20.150 per liter.

Untuk kelompok bahan bakar diesel, persediaan Solar subsidi di lokasi terpantau habis, sementara Dexlite dijual Rp20.550 per liter dan Pertamina Dex dibanderol Rp22.100 per liter.

Bahlil Sebut Harga BBM Non Subsidi Akan Turun, Pemerintah Minta Pertamina dan Pengusaha Evaluasi Harga
Baca Juga

Bahlil Sebut Harga BBM Non Subsidi Akan Turun, Pemerintah Minta Pertamina dan Pengusaha Evaluasi Harga

Perbedaan ketimpangan harga antara bahan bakar subsidi dan nonsubsidi membuat sebagian besar pengguna kendaraan harian tetap memilih bertahan di jalur antrean Pertalite.

“Saya isi pertalite, full dapat Rp28 ribu. Kalau mau tidak antre ya isi pertamax, tapi harganya lebih tinggi,” kata warga Tanjung Selor, Novri, Senin, (27/7/2026).

Penumpukan kendaraan dilaporkan kerap mencapai puncaknya pada siang hari di tengah ketersediaan stok yang terbatas untuk jenis solar.

Penanganan Jalan Perbatasan Krayan 90 Km Masih Terganjal Ketentuan Teknis Pusat
Baca Juga

Penanganan Jalan Perbatasan Krayan 90 Km Masih Terganjal Ketentuan Teknis Pusat

“Itu biasa memang antre BBM subsidi siang hari. Kalau mau sepi, antrean tidak panjang, ya jam 9 pagi lah,” ujar Novri.

Sebagai perbandingan wilayah, harga BBM nonsubsidi di Kalimantan Utara tercatat lebih tinggi jika disandingkan dengan provinsi tetangga, Kalimantan Timur.

Di Kaltim, harga Pertamax dipatok Rp16.650 per liter, Dexlite Rp20.150 per liter, serta Pertamina Dex sebesar Rp21.650 per liter.

(Azhar)