Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Tengah

Sungai Buluh Dibersihkan Guna Kelancaran Akses Pemadaman Kebakaran Hutan

Hendrawan
Hendrawan
Sabtu, 7 November 2026 · 05:001 menit baca
Sungai Buluh Dibersihkan Guna Kelancaran Akses Pemadaman Kebakaran Hutan
Alur Sungai Buluh di Taman Nasional Tanjung Puting dibersihkan untuk melancarkan akses transportasi air dan percepatan pemadaman kebakaran hutan. (Dok. Ist)

Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting terkendala oleh hambatan jalur transportasi air akibat tertutup tumpukan kayu serta vegetasi liar.

Alur Sungai Buluh yang menjadi jalur utama menuju titik api dibersihkan secara gotong royong oleh ratusan personel gabungan bersama relawan. Pembersihan material kayu dan ranting yang menghalangi perahu pengangkut peralatan serta logistik dilakukan pada Jumat.

Pentingnya kelancaran jalur perairan dalam mendukung mobilitas petugas pemadam dijelaskan oleh Kepala Kepolisian Resor Kotawaringin Barat AKBP Joko Handono.

“Pembersihan dilakukan dengan mengangkat berbagai material yang menyumbat perairan. Batang pohon yang melintang di jalur sungai juga dipotong agar tidak menghalangi perahu yang melintas,” ujar AKBP Joko Handono, Jumat, (6/11/2026).

Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan Perkuat Akuntabilitas Pengelolaan Dana Emisi Karbon
Baca Juga

Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan Perkuat Akuntabilitas Pengelolaan Dana Emisi Karbon

Ketergantungan operasional pemadaman pada jalur transportasi air ditegaskan mengingat karakteristik medan kawasan konservasi yang didominasi lahan gambut dengan akses darat yang terbatas. Tujuan utama normalisasi jalur perairan tersebut disampaikan untuk mempercepat pergerakan tim di lapangan.

“Pembersihan ini bertujuan agar akses transportasi air tidak terhambat, sehingga pergerakan personel maupun pengangkutan peralatan dan logistik ke lokasi kebakaran bisa lebih mudah,” kata AKBP Joko Handono, Jumat, (6/11/2026).

Pengerahan ratusan petugas menggunakan perahu kelotok dilakukan untuk menyisir titik-titik penyumbatan di sepanjang alur sungai. Harapan agar mobilitas penanganan titik api di pedalaman kawasan konservasi dapat berjalan optimal disampaikan menjelang penutupan keterangan resmi.

“Terbukanya kembali jalur Sungai Buluh diharapkan dapat mempercepat mobilitas petugas ketika harus menuju titik api yang berada jauh di dalam kawasan taman nasional,” tutur AKBP Joko Handono, Jumat, (6/11/2026).

(Hendrawan)