Dua hafidz asal Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Andi Saputra dan Aljuanda Kurniansyah, secara resmi ditunjuk sebagai delegasi Indonesia untuk bersaing dalam ajang Mohammed VI International Prize for the Memorization, Recitation, and Interpretation of the Holy Quran di Rabat, Maroko. Keberangkatan mereka akhir pekan lalu tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi pembuktian konsistensi pembinaan talenta Al-Qur’an daerah di kancah global.
Tiket ke Maroko ini diraih setelah keduanya mencatatkan prestasi gemilang pada ajang Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Nasional 2025. Andi merupakan peraih Juara I Tafsir Bahasa Arab Putra, yang membawanya akan bertarung di cabang Tafsir di Rabat. Sementara Aljuanda, kampiun Juara I Tahfidz 5 Juz Putra, diproyeksikan bersaing pada cabang Tajwid dan Tahfidz.
Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Kaltim sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kaltim, Sri Wahyuni, menyatakan bahwa delegasi tersebut telah bertolak menuju Maroko melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Ia menekankan bahwa keikutsertaan ini merupakan hasil dari proses panjang yang tidak instan.
“Alhamdulillah, Kaltim kembali dipercaya mewakili Indonesia. Ini akan menambah catatan prestasi internasional yang lahir dari hasil pembinaan secara terstruktur dan masif bagi anak-anak kita,” tegas Sri Wahyuni di Samarinda, Minggu (9/8).
